|
Tgl/ jam kunjungan
|
Pengkajian
|
Diagnosis
masalah dan kebutuhan
|
Identifikasi
diagnosis dan masalah potensial
|
Antisipasi
tindakan segera
|
Intervensi
|
Implementasi
|
Evaluasi
|
|
10/5/2019
Pukul : 15.30
WIB
|
Data
subjektif:
1. Ibu
mengatakan tidak ada keluhan yang ia
rasakan
2. Ibu
mengatakan ingin menggunakan kontrasepsi
Data
objektif :
1. Ibu
sudah melahirkan tanggal 29 maret 2019
2. Keadaan
umum : baik
3. TTV
TD:110/80
mmHg
Nadi:83x/ menit
Penapasan:20 x/ menit
Suhu: 37,0°C
4. Pengeluaran
ASI matur lancar
5. Pemeriksaan
abdomen didapatkan TFU tidak teraba
6. Pemeriksaan
anogenital tidak ada tanda-tanda infeksi
|
Diagnosa
: Ny. M umur 27 tahun P2A0AH2
6 minggu postpartum
DS:
1. Ibu
mengatakan tidak ada keluhan yang ia rasakan
2. Ibu
mengatakan ingin menggunakan kontrasepsi
DO:
1. Ibu
sudah melahirkan tanggal 29 maret 2019
2. Keadaan
umum: baik
3. TTV
TD:110/80
mmHg
Nadi:83x/ menit\
Penapasan:20x/ menit
Suhu: 37,0°C
4.
Pengeluaran ASI matur lancar
5. Pemeriksaan
abdomen didapatkan TFU bertambah kecil
6. Pemeriksaan
anogenital tidak ada tanda-tanda infeksi
Masalah
: tidak ada
Kebutuhan :
Asuhan 6 minggu postpartum
|
Tidak ada
|
Tidak ada
|
1. jelaskan
pada ibu tentang hasil pemeriksaan
2. Evaluasi luka jahitan ibu.
3. Pastikan
rahim ibu sudah kembali normal.
4. Berikan
ibu konseling secara dini tentang KB
5. Berikan konseling tentang KB suntik 3 bulan.
6. anjurkan
ibu untuk membawa bayinya ke bidan untuk dilakukan imunisasi
|
1.
Memberitahu ibu tentang hasil
pemeriksaan ibu dalam keadaan baik dengan
melakukan pemeriksaan head to toe.
2.
Mengevaluasi luka
jahitan apakah berbau atau nyeri dan melihat apakah luka jahitan masih lembab
atau sudak mengering
3.
memastikan rahim ibu sudah kembai
normal dengan melakukan palpasi pada perut ibu untuk mengetahui TFU ibu
4.
Memberikan konseling kepada ibu tentang macam-macam KB
untuk ibu masa nifas, manfaat KB, keuntungan dan Kerugian KB
5.
Memberikan konseling Tentang KB 3 bulan
Pengertian KB suntik 3 bulan yaitu KB ini mengandung
hormon progesteron yang mana cocok di gunakan untuk ibu yang menyusui karena KB ini tidak
menekan produksi ASI
a. Keuntungannya
1) Sangat efektif
2) pencegahan kehamilan jangka panjang
3) Tidak mempengaruhi produksi Asi
4) Tidak mengganggu hubungan seks
b. Kerugian
1) Mengganggu siklus haid
2) Terjadi keterlambatan kesuburan setelah
penghentian pemakaian
3) Ketergantungan
c. Waktu pemakaian
1) H1)
hari ke 1 sampai ke 7 saat haid
2) Saat pertama penggunaan 7 hari
tidak melakukan hubungan seksual atau menggunakan alat kontrasepsi tambahan (
Alkon
1.
6.
menganjurkan ibu untuk membawa bayinya
ke bidan untuk dilakukan imunisasi
|
1. Ibu
mengerti tentang kondisinya saat ini
2. Luka
jahitan sudah kembali normal
3. Didapat
TFU bertambah kecil berarti rahim ibu dalam keadaan baik
4. Ibu
mengerti tentang KB dan ibu ingin
menggunakan KB suntik 3 bulan.
5. Ibu sudah mengerti tentang KB 3 bulan
dan
berencana akan menggunakan KB suntik 3 bulan.
6. Ibu
bersedia untuk membawa bayinya ke bidan untuk dilakukan imunisasi.
|
C.
Pembahasan
Dalam
studi kasus continuity of care ini
penulis akan membahas tentang manajemen Asuhan Kebidanan Continuity of Care dimulai sejak kehamilan, persalinan, nifas dan
bayi baru lahir pada Ny.M G2P1A0
yang diakukan mulai tanggal 25 januari
2019 sampai dengan 10 mei 2019 di PMB Usmalanah saddam.,
Amd.keb menggunakan pendokumentasian 7 langkah varney
dan SOAP. Setelah penulis melakukan asuhan Kebidanan Continuity of Care ditemukan hasil sebagai berikut :
1.
Kehamilan
a.
Pengkajian
Pada pengkajian yang dilakukan untuk mengumpulkan
data dasar tentang keadaan pasien pada Ny.M umur 27 tahun G2P1A0 usia
kehamilan 32
minggu 2 hari.
Data subjektif
1) Nama
a) Tinjauan
teori
Selain sebagai identitas, upayakan agar bidan
memanggil dengan nama panggilan sehingga hubungan komunikasi antara bidan dan
pasien menjadi lebih akrab.
b) Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini pasien bernama Ny.M
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan, karena nama pasien dikaji dengan jelas dan lengkap sesuai
dengan teori yaitu untuk komunikasi antara bidan dan klien menjadi lebih akrab.
2) Umur
a) Tinjauan
teori
Data ini ditanyakan untuk menentukan apakah ibu
dalam persalinan beresiko karena usia atau tidak.
b) Tinjauan
kasus
Umur Ny M adalah 27 tahun.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus terdapat
kesenjangan, karena Ny.M
berusia 27 tahun dan berdasarkan teori Ny.M tidak termasuk
kedalam faktor resiko.
3) Agama
a) Tinjauan
teori
Sebagai dasar bidan dalam memberikan dukungan mental
dan spiritual terhadap pasien dan keluarga sebelum dan pada saat persalinan.
b) Tinjauan
kasus
Agama Ny.M adalah Islam.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan, karena Ny.M beragama Islam dan Ny.M berdoa serta
beribadah sesuai kepercayaan yang di anut.
4) Suku/bangsa
a) Tinjauan
teori
Data ini berhubungan dengan sosial budaya yang
dianut oleh pasien dan keluarga yang berkaitan dengan persalinan.
b) Tinjauan
kasus
Suku Ny.M jawa dan berkebangsaan Indonesia.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena adat yang ada di dalam keluarga tersebut tidak
mempengaruhi kesehatan Ny.M
5) Pendidikan
terakhir
a) Tinjauan
teori
Untuk menentukan metode yang paling tepat dalam
penyampaian informasi mengenai teknik melahirkan bayi.
b) Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini pendidikan Ny.M adalah SMA.
c) Pembahasan
Tidak terdapat kesenjangan antara tinjauan teori dan
tinjauan kasus karena Ny.M pendidikan
terakhirnya adalah SMA dan ibu dapat menerima dan mengerti informasi dengan
baik.
6) Pekerjaan
a) Tinjauan
teori
Data ini menggambarkan tingkat sosial ekonomi, pola
sosialisasi, dan data pendukung dalam menentukan pola komunikasi yang akan
dipilih selama asuhan.
b) Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini pekerjaan Ny.M Sebagai ibu rumah
tangga dan pekerjaan suami bekerja sebagai wiraswata.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdpat kesenjangan, karena Ny.M bekerja sebagai ibu rumah tangga, dan suami
bekerja sebagai pedagang yang
ekonominya termasuk ke dalam ekonomi golongan menengah dan tidak termasuk
kedalam pekerjaan yang berat.
7) Alamat
a) Tinjauan
teori
Untuk memberikan gambaran mengenai jarak dan waktu
yang ditempuh pasien menuju lokasi persalinan.
b) Tinjauan
kasus
Ny.M beralamat di gg. persatuan labuhan dalam,tanjung
senang kota Bandar Lampung
c) Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan, karena alamat Ny.M
jelas dan lengkap yaitu Ny.M bertempat
tinggal di gg. persatuan labuhan dalam,tanjung
senang kota Bandar Lampung.
8) Keluhan
utama
a) Tinjauan
teori
Keluhan utama ditanyakan untuk mengetahui alasan
pasien datang ke fasilitas pelayanan kesehatan.
b) Tinjauan
kasus
Pada kunjungan pertama, kedua Ny.M mengatakan tidak
ada keluhan pada kunjungan pertama,
kedua dan ketiga.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terjadi kesenjangan karena penulis telah melakukan anamnesa sehingga mengetahui
bahwa yang dialami Ny.M dalam
keadaan fisiologis.
9) Riwayat
kebidanan
1. Menstruasi
d. Menarche
1) Tinjauan
teori
Menarche adalah usia pertama kali mengalami
menstruasi. Untuk wanita indonesia pada usia sekitar 12-16 tahun.
2) Tinjauan
kasus
Ny.
M pertama
kali menstruasi pada usia 14
tahun.
3) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terjadi kesenjangan karena Ny.M pertama kali menstruasi pada usia 14 tahun.
e. Siklus
1) Tinjauan
teori
Siklus menstruasi adalah jarak antara menstruasi
yang dialami dengan menstruasi berikutnya dalam hitungan hari, biasanya sekitar
22-32 hari.
2) Tinjauan
kasus
Siklus menstruasi yang dialami Ny.M adalah 28 hari.
3) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terjadi kesenjangan karena siklus menstruasi yang dialami Ny.M adalah 28 hari.
f. Keluhan
1) Tinjauan
teori
Beberapa wanita menyampaikan keluhan yang dirasakan
ketika mengalami menstruasi misalnya sakit yang sangat pening sampai pingsan,
atau jumlah darah yang banyak. Keluhan yang disampaikan oleh pasien dapat
menunjuk kepada diagnosis tertentu.
2) Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini Ny.M tidak ada keluhan saat
menstruasi.
3) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena pada saat menstruasi Ny. M tidak ada keluhan.
g. Volume
1) Tinjauan
teori
Data ini menjelaskan seberapa banyak darah
menstruasi yang dikeluarkan.
2) Tinjauan
kasus
Volume darah menstruasi Ny.M adalah 3-4 kali ganti
pembalut perhari.
3) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena Ny.M mengganti pembalut saat terasa sudah penuh
yaitu 3-4 kali perhari.
10) Gangguan
kesehatan alat reproduksi
a) Tinjauan
teori
Data ini sangat penting untuk kita gali karena akan
memberikan petunjuk bagi kita tentang organ reproduksinya. Beberapa data yang
perlu kita gali dari pasien adalah apakah pasien pernah mengalami gangguan
seperti keputihan, infeksi, gatal karena jamur, atau tumor.
b) Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini Ny. M mengatakan tidak mengalami
gangguan kesehatan alat reproduksi seperti keputihan, infeksi, gatal karena
jamur atau tumor.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terjadi kesenjangan karena Ny.M tidak mengalami gangguan alat reproduksi
seperti keputihan, infeksi, gatal karena jamur atau tumor karena Ny.M selalu
menjaga persona hygiene nya.
11) Riwayat
kehamilan, persalinan, nifas dan KB yang lalu
a) Tinjauan
teori
Untuk mengetahui apakah klien melahirkan secara
spontan atau SC. Pada ibu nifas normal klien melahirkan spontan.
b) Tinjauan
kasus
|
Anak
ke
|
Kehamilan
|
Persalinan
|
Nifas
|
KB
|
||||
|
Usia kehamilan
|
Penyulit
|
Penolong
|
Jenis persalinan
|
BB bayi
|
Penyulit
|
Komplikasi
|
Alat kontrasepsi
|
|
|
1
|
39 mg
|
Tidak ada
|
Bidan
|
Spontan
|
3.500gr
|
Tidak ada
|
Tidak ada
|
Suntik KB 3 bulan
|
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena Ny.M sudah
hamil yang kedua kalinya.
12) Riwayat
kesehatan
a) Tinjauan
teori
Beberapa data penting tentang riwayat kesehatan
pasien yang perlu kita ketahui adalah apakah pasien pernah atau sedang
menderita penyakit, seperti jantung, diabetes mellitus (DM), ginjal, hipertensi/hipotensi,
dan hepatitis.
b) Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini Ny. M mengatakan tidak
pernah mengalami penyakit degenertif (jantung, DM dan lain-lain), infeksi
saluran kencing.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena Ny. M tidak mempunyai riwayat penyakit apapun.
13) Status perkawinan
a) Tinjauan
teori
Data ini penting untuk dikaji karena dari data ini
kita akan mendapatkan gambaran mengenai suasana rumah tangga pasangan.
b) Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini Ny.M mengatakan usia nikah pertama kali
adalah 20 tahun, status pernikahan sah, lama pernikahan 7 tahun dan ini suami
yang pertama.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan anamnesa sesuai teori yang ada.
14) Pola
makan
a) Tinjauan
teori
Data ini penting untuk diketahui agar bisa
mendapatkan gambaran bagaimana pasien mencukupi asupan gizinya selama hamil
sampai dengan masa awal persalinan.
b) Tinjauan
kasus
Pada kunjungan pertama, kedua dan ketiga Ny. M mengatakan
dalam sehari ibu mengonsumsi nasi, sayur, lauk dan pauk, frekuensi 3 kali
sehari, dengan jumlah 1 porsi dan tidak
ada makanan pantangan.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena Ny.M pola makannya sudah memenuhi kebutuhan selama
kehamilan.
15) Pola
minum
a) Tinjauan
teori
Kita juga harus dapat memperoleh data dari kebiasaan
pasien dalam memenuhi kebutuhan cairannya. Apalagi dalam masa hamil asupan
cairan yang cukup sangat dibutuhkan.
b) Tinjauan
kasus
Pada kunjungan pertama, kedua dan ketiga, Ny.M
mengatakan dalam sehari ibu minum 7-8 gelas air putih.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena Ny.M sudah
memenuhi kebutuhan cairannya yaitu dalam sehari minum 7-8 gelas perhari.
16) Pola
istirahat
a) Tinjauan
teori
Istirahat malam
hari rata-rata lama tidur malam hari yang normal adalah 6-8 jam.
Istirahat siang hari tidak semua wanita mempunyai
kebiasaan tidur siang. Oleh karena itu, hal ini dapat kita sampaikan kepada ibu
bahwa tidur siang sangat penting untuk menjaga kesehatan selama hamil.
b) Tinjauan
kasus
Kunjungan ANC I :
4 jam pada malam hari, 1 jam pada siang hari
Kunjungan ANC II :7
jam pada malam hari, 1 jam pada siang hari
Kunjungan ANC III :7
jam pada malam hari, 1 jam pada siang hari
c) Pembahasan
Pada tinjauan teori dan tinjauan kasus terdapat
kesenjangan karena penulis telah melakukan anamnesa pada kunjungan ANC I sehingga
mengetahui bahwa dalam kasus Ny.M pola istirahat malam hari 4 jam dan siang
hari 1 jam, Ny.M mengalami gangguan tidur dikarenakan sering kencing.
17) Aktivitas
sehari-hari
a) Tinjauan
teori
Kita perlu mengkaji aktivitas sehari-hari pasien
karena data ini memberikan gambaran tentang seberapa berat aktivitas yang biasa
dilakukan pasien di rumah.
b) Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini Ny.M mengatakan aktivitas
sehari-hari nya dirumah hanya sebagai ibu rumah tangga yang melakukan aktivitas
ringan seperti mencuci, memasak dan menyapu.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena Ny.M sehari-hari sebagai ibu rumah tangga yang
melakukan aktivitas ringan dan tidak mengganggu kehamilannya.
18) Personal
hygiene
a) Tinjauan
teori
(1) Mandi
Kita dapat menanyakan kepada pasien berapa kali ia
mandi dalam sehari dan kapan waktunya
(jam berapa mandi pagi dan sore)
(2) Keramas
Pada beberapa wanita ada yang kurang peduli dengan
kebersihan rambutnya karena mereka beranggapan keramas tidak begitu berpengaruh
terhadap kesehatannya.
(3) Ganti
baju dan celana dalam
Ganti baju minimal
sekali dalam sehari, sedangkan celana dalam minimal dua kali.
(4) Kebersihan
kuku
Kuku ibu hamil harus selalu dalam keadaan pendek dan
bersih.
b) Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini Ny.M mengatakan mandi 2 kali dalam
sehari yaitu pagi dan sore, keramas 1 kali per hari, ganti baju 1 kali perhari
dan ganti celana dalam setiap mandi dan
ketika terasa lembab.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena peneliti telah melakukan anamnesa sehingga
mengetahui bahwa dalam kasus Ny.M mandi 2 kali dalam sehari yaitu pagi dan
sore, keramas 1 kali per hari, ganti baju 1 kali perhari dan ganti celana
dalam setiap mandi dan ketika terasa
lembab.
19) Aktivitas
seksual
a) Tinjauan
teori
Walaupun ini adalah hal yang cukup privasi bagi
pasien, namun bidan harus menggali data dari kebiasaan ini, karena terjadi
beberapa kasus keluhan dalam aktivitas seksual yang cukup mengganggu pasien
namun ia tidak tahu ke mana harus berkonsultasi.
b) Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini Ny.M mengatakan berhubungan seksual
1 kali dalam seminggu.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenajangan karena peniliti sudah melakukan anamnesa sehingga
mengetahui bahwa dalam kasus Ny.M berhubungan seksual sekali dalam seminggu.
Data Objektif
1) Keadaan
umum
a) Tinjauan
teori
Untuk megetahui data ini kita cukup dengan mengamati
keadaan pasien secara keseluruhan.
b) Tinjauan
kasus
Kunjungan I :
Baik
Kunjungan II :
Baik
Kunjungan III :
Baik
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan teori kasus tidak
terdapat kesenjangan karena peneliti sudah melakukan anamnesa terhadap Ny.M dan respons yang
diberikan baik terhadap lingkungan dan orang lain.
2) Kesadaran
a) Tinjauan
teori
Untuk mendapatkan gambaran tentang kesadaran pasien,
kita dapat melakukan pengkajian tingkat kesadaran mulai dari keadaan
composmentis (kesadaran maksimal) sampai dengan koma (pasien tidak dalam
keadaan sadar).
b) Tinjauan
kasus
Kunjungan I : Composmentis
Kunjungan II : Composmentis
Kunjungan III : Composmentis
c) Pembahasan
Bersadarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena peneliti sudah melakukan anamnesa terhadap Ny.M
sehingga didapatkan hasil kesadaran Ny.M composmentis.
3) Tanda-tanda
vital
a) Tinjauan
teori
Rentang nilai normal tanda-tanda vital
Tekanan darah : 110-120/70-80 mmHg
Nadi : 60-100 x/ menit
Pernapasan : 16-20 x/ menit
Suhu : 36,5o-37,5oC (Kamariyah dkk, 2014, hal.51)
b) Tinjauan
kasus
Kunjungan I tekanan darah Ny.M 120/70 mmHg, nadi 86
kali permenit, pernapasan 23 x per menit, dan suhu 36,5ºc.
Kunjungan II tekanan darah Ny.M 110/70 mmHg, nadi 87
kali per menit, pernapasan 22 kali per menit, suhu 36,5oC
Kunjungan III tekanan darah Ny.M 110/70 mmHg, nadi
87 kali per menit, pernapasan 23 kali per menit, suhu 36,9oC
c) Pembahasan
Bersadarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena peneliti sudah melakuan pemeriksaan dan tanda-tanda
vital Ny.M dalam batas normal.
4) Tinggi
badan
a) Tinjauan
teori
Tinggi badan ibu hamil < 145 cm menunjukkan
ukuran panggul yang kecil sehingga ibu beresiko melahirkan melalui operasi
cesar.
b) Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini tinggi badan Ny.M adalah 160 cm.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena setelah dilakukan pengukuran tinggi badan Ny.M 160
cm yaitu normal.
5) Berat
badan
a) Tinjauan
teori
Nilai IMT mempunyai rentang sebagai berikut
|
Nilai IMT
|
KET
|
|
19,8 – 26,6
|
Normal
|
|
<19,8
|
Underweight
|
|
26,6 – 29,0
|
Overweight
|
|
>29,0
|
Obese
|
Anjuran
pertambahan berat badan selama kehamilan
(1) Total
12,5-17,5 kg untuk wanita yang memiliki berat badan normal.
(2) 14-20
kg untuk wanita yang memiliki berat badan kurang.
(3) 7,5-12,5
kg untuk wanita yang memiliki berat badan lebih.
b) Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini berat badan Ny.M sebelum hamil 60 kg,
IMT 23,43
Pada kunjungan pertama berat badan Ny.M adalah 78
kg, IMT 30,46
Pada kunjungan kedua berat badan Ny.M adalah 79 kg,
IMT 30,85
Pada kunjungan ketiga berat badan Ny.M adalah 80 kg, IMT 31,25
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan kenaikan berat badan Ny.M yaitu sebelum hamil berat badan
Ny.M 60 kg
dan saat hamil kg karena usia kehamilan
masih 32 minggu 78 kg kemungkinan dapat terjadi perubahan sampai usia kehamilan
aterm.
6) Lingkar
lengan atas (LILA)
a) Tinjauan
teori
Lingkar lengan atas diukur pada setengah panjang
lengan nondominan, nilainya harus lebih dari 23,5 cm.
b) Tinjauan
kasus
Kunjungan I : 33 cm
Kunjungan II : tidak dilakukan pengkajian
Kunjungan III : tidak dilakukan pengkajian
c) Pembahasan
Bersadarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena setelah dilakukan pengukuran lingkar lengan atas
Ny.M yaitu 33 cm.
7) Head
to toe
1. Kepala
a) Tinjauan
teori
Rambut ( warna, kebersihan, mudah rontok atau tidak
)
b) Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini rambut Ny.M lurus, warna hitam,
bersih dan tidak mudah rontok.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjaun kasus tidak
terdapat kesenjangan karena setelah dilakukan pemeriksaan rambut Ny.M lurus,
warna hitam, bersih dan tidak mudah rontok.
2. Mata
a) Tinjauan
teori
Konjungtiva, sklera dan kebersihan.
b) Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini mata Ny.M konjungtiva berwarna merah
muda, sklera putih dan bersih.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjaun kasus tidak
terdapat kesenjangan karena setelah dilakukan pemeriksaan mata Ny.M konjungtiva berwarna
merah muda, sklera putih dan bersih.
3. Hidung
a) Tinjauan
teori
Kebersihan dan polip
b) Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini hidung Ny.M bersih dan tidak ada
pembembesaran polip.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena peneliti sudah melakukan pemeriksaan hidung Ny.M
bersih dan tidak ada pembembesaran
polip.
4. Mulut
a) Tinjauan
teori
Bibir (warna dan integritas jaringan), lidah (warna
dan kebersihan), gigi (kebersihan, karies, gangguan pada mulut)
b) Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini keadaan bibir Ny.M tidak pucat,
lidah bersih, dan gigi tidak ada caries.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena peneliti sudah melakukan pemeriksaan bibir Ny.M
tidak pucat, lidah bersih, dan gigi tidak ada caries.
5. Telinga
a) Tinjauan
teori
Kebersihan dan gangguan pendengaran
b) Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini telinga Ny.M bersih dan tidak
mempunyai gangguan pendengaran.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena peneliti telah melakukan anamnesa yaitu keadaan
telinga Ny.M bersih dan tidak ada gangguan pendengaran.
6. Leher
a) Tinjauan
teori
Pembesaran kelenjar tiroid dan bendungan vena
jugularis.
b) Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini Ny.M tidak ada pembesaran kelenjar
tiroid dan bendungan vena jugularis.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan
karena peneliti sudah melakukan pemeriksaan Ny.M tidak ada pembesaran kelenjar
tiroid dan bendungan vena jugularis.
7. Dada
a) Tinjauan
teori
Dada (simetris/tidak), payudara (Bentuk,
hiperpig-mentasi areola payudara, nyeri atau tidak, kolostrum, keadaan puting,
kebersihan.
b) Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini payudara Ny.M bentuknya simetris,
terdapat hiperpigmentasi disekitar areola payudara dan puting, tidak ada rasa
nyeri, kolostrum belum ada, keadaan puting menonjol, dan bersih.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena setelah dilakukan pemeriksaan keadaan payudara Ny.M normal.
8. Abdomen
a) Tinjauan
teori
Bekas luka operasi, striae, linea.
b) Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini abdomen Ny.M tidak terdapat luka
operasi, tidak terdapat striae dan linea.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena setelah dilakukan pemeriksaan keadaan abdomen Ny.M
normal.
9. TFU
a) Tinjauan
teori .
|
Usia Kehamilan
(Minggu)
|
Tinggi Fundus
Uteri (TFU)
|
|
12
|
3 jari diatas
simpisis
|
|
16
|
Pertengahan
pusat-simfisis
|
|
20
|
3 jari dibawah
simfisis
|
|
24
|
Setinggi pusat
|
|
28
|
3 jari di atas
pusat
|
|
32
|
Pertengahan
pusat-prosesus xiphoideus (px)
|
|
36
|
3 jari dibawah
prosesus xiphoideus
|
|
40
|
Pertengahan pusat- prosesus xiphoideus
|
b) Tinjauan
kasus
Kunjungan I :Usia
kehamilan 32 minggu 2 hari TFU pertengahan pusat- prosesus xiphoideus
Kunjungan II :Usia
kehamilan 34 minggu 2 hari TFU 3 jari di bawah prosesus xiphoideus
Kunjungan III :Usia
kehamilan 35 minggu 2 hari TFU
3 jari di bawah prosesus xiphoideus
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena penambahan tinggi fundus uteri uterus ibu sudah
sesuai dengan teori.
10. Manuver
leopold
a) Tinjauan
teori
Bertujuan untuk menentukan posisi janin melalui
palpasi abdomen secara sistematis.
Pemeriksaan Leopold I : digunakan untuk mengetahui bagian janin
yang ada di fundus dan mengukur tinggi fundus uteri (TFU).
Pemeriksaan Leopold II : tujuan pemeriksaan leopold II adalah untuk menentukan bagian janin
yang ada di samping kanan dan kiri perut ibu.
Pemeriksaan Leopold III :tujuan pemeriksaan leopold III adalah
untuk menentukan presentasi janin dan apakah sudah masuk pintu atas panggul
atau belum.
Pemeriksaan Leopold IV : tujuan pemeriksaan Leopold IV adalah
untuk mengetahui seberapa bagian presentasi janin yang sudah masuk PAP. (Sulistyawati,2014,h.90-92)
b) Tinjauan
kasus
Kunjungan I
Leopold I : TFU
pertengahan pusat dan Px, bagian fundus
ibu teraba bulat, lunak, yaitu bokong
janin.
Leopold II : Bagian
kanan perut ibu teraba keras, memanjang
seperti papan yaitu punggung janin. Bagian
kiri perut teraba
tonjolan-tonjolan kecil yaitu ekstremitas
janin.
Leopold III : Bagian
terbawah perut ibu teraba bulat,
keras, dan tidak bias digerakkan lagi
yaitu kepala janin.
Leopold IV : Bagian
terbawah belum masuk PAP (konvergen)
Kunjungan II
Leopold I : TFU
3 jari dibawah px, fundus teraba bokong
janin
Leopold II : bagian
kanan perut ibu teraba punggung
janin, bagian kiri peut ibu teraba ekstremitas janin.
Leopold III : bagian
terbawah perut ibu teraba kepala janin.
Leopold IV : Bagian
terbawah belum masuk PAP
Kunjungan II
Leopold I : TFU3
jari dibawah px, fundus teraba bokong
janin.
Leopold II : Kanan
teraba punggung janin dan kiri perut
ibu teraba ekstremitas janin.
Leopold III : Bagian
bawah perut ibu teraba kepala janin.
Leopold IV : Kepala
janin belum masuk PAP.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus
setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Ny.M tidak terdapat kesenjangan karena
hasil pemeriksaan normal.
11. Denyut
jantung janin
a) Tinjauan
teori
Penilaian DJJ dilakukan pada akhir trimester I dan
selanjutnya setiap kali kunjungan antenatal. Jika DJJ lambat (<120 denyut/menit)
atau DJJ cepat (>160 denyut/menit), maka menunjukkan adanya gawat janin.
b) Tinjauan
kasus
Kunjungan I :
DJJ 140 x/menit
Kungjungan II :
DJJ 140 x/menit
Kunjungan III :
DJJ 142 x/menit
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena DJJ normal.
12. Ekstremitas
atas dan bawah
a) Tinjauan
teori
Untuk melihat tanda anemia pada kuku jari serta
bengkak pada tangan dan kaki, refleks patella, serta varises.
b) Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini keadaan ekstremitas Ny.M tidak
bengkak, reflek patella positif kanan dan kiri,
dan tidak ada varises.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus
setelah dilakukan pemeriksaan pada ekstremitas Ny.M tidak terdapat kesenjangan
karena hasil pemeriksaan ekstremitas Ny.M tidak bengkak, reflek patella positif
kanan dan kiri, dan tidak ada varises.
13. Genetalia
a) Tinjauan
teori
Skrining tanda dan gejala penyakit menular seksual.
b) Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini genetalia Ny.M tidak ada tanda-tanda
penyakit menular seksual.
c) Pembahasan
Pada kunjungan pertama, kedua dan ketiga genetalia
Ny.M dalam keadaan normal, tidak ada tanda-tanda penyakit seperti infeksi,
keputihan, keluar cairan, dan lain-lain.
14. Punggung
a) Tinjauan
teori
Menilai keadaan tulang belakang dan nyeri ketuk.
b) Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini keadaan punggung Ny.M tidak ada
kelainan tulaang belakang dan tidak ada nyeri ketuk.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus
setalah dlakukan pemeriksaan tidak terdapat kesenjangan karena keadaan punggung
Ny.M tidak ada kelainan tulaang belakang dan tidak ada nyeri ketuk.
15. Anus
a) Tinjauan
teori
Hemoroid, kebersihan
b) Tinjauan kasus
Dalam kasus ini keadaan anus Ny.M tidak ada hemoroid
dan bersih.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus
setalah dlakukan pemeriksaan tidak terdapat kesenjangan karena keadaan anus Ny.M
tidak ada hemoroid dan bersih.
Data penunjang
1) Data
Laboratorium
a) Tinjauan
teori
Hasil pemeriksaan Hb dengan sahli dapat di golongkan
sebagai berikut.
Hb 11 g% :
Tidak anemia
Hb 9-10 g% :Anemia ringan
Hb 7-8 g% :Anemia sedang
Hb <7 g% :Anemia berat
b) Tinjauan
kasus
Kunjungan I : 13,3 gr%
Kunjungan II : Tidak dilakukan pemerikaaan
Kunjungan III : 13
gr%
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan kadar Hb dan didapatkan hasil
kunjungan ANC I 13,3
gr% dan dalam batas normal.
b.
Interpretasi
data dasar
Langkah ini dilakukan identifikasi terhadap
diagnosis, masalah dan kebutuhan pasien berdasarkan interpretasi yang benar
atas data-data yang telah dikumpulkan.
1)
Diagnosis kebidanan
a) Tinjauan
teori
Dalam bagian ini yang disimpulkan oleh bidan antara
lain paritas, usia kehamilan dalam minggu, keadaa janin, normal atau tidak
normal.
b) Tinjauan
kasus
Kunjungan I :
Ny. M umur 27
tahun G2P1A0 usia
kehamilan 32
minggu 2 hari .
Kunjungan II :
Ny. M umur
27 tahun G2P1A0 usia
kehamilan 34 minggu 2 hari
Kunjungan III :
Ny. M umur 27 tahun G2P1A0 usia
kehamilan 35 minggu 2 hari.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena diagnosa yang didapatkan berdasarkan interpretasi
yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan dari data subjektif dan data
objektif.
2)
Masalah
a) Tinjaun
teori
Masalah sering berhubungan dengan bagaimana wanita
itu mengalami kenyataan terhadap diagnosisnya.
b) Tinjauan
kasus
Kunjungan I : Tidak ada
Kunjungan
II : Tidak ada
Kunjungan III : Tidak ada
Kunjungan III : Tidak ada
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus terdapat
kesenjangan karena setelah dilakukan pemeriksaan pada Ny.M tidak terdapat masalah kebutuhan.
a) Tinjauan
teori
Dalam bagian ini bidan menentukan kebutuhan pasien
berdasarkan keadaan dan masalahnya.
b) Tinjauan
kasus
Kunjungan I :
Tidak ada
Kunjungan II :
Tidak ada
Kunjungan III :
Tidak ada
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena setelah dilakukan pemeriksaan pada Ny.M tidak memerlukan
kebutuhan
c.
Merumuskan
diagnosis/Masalah potensial
1) Tinjauan
teori
Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau
diagnosis potensial lain berdasarkan rangkaian masalah yang lain juga.
2) Tinjauan
kasus
Kunjungan I :
Tidak ada
Kunjungan II :
Tidak ada
Kunjungan III :
Tidak ada
3) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena penulis telah melakukan pengkajian sehingga bidan
mengetahui bahwa Ny.M tidak memiliki diagnosis dan masalah potensial yang akan
terjadi.
d.
Mengidentifikasi
dan menetapkan kebutuhan yang memerlukan penanganan segera
1) Tinjauan
teori
Dalam pelaksanaannya terkadang bidan dihadapkan pada
beberapa situasi yang memerlukan penanganan segera (emergensi) di mana bidan
harus segera melakukan tindakan untuk menyelamatkan pasien.
2) Tinjauan
kasus
Kunjungan I :
Tidak ada
Kunjungan II :
Tidak ada
Kunjungan III :
Tidak ada
3)
Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena setelah dilakukan pemeriksaan Ny.M dalam keadaan normal
dan tidak ada maslaah yang bersifat potensial jadi tidak dilakukan tindakan
segera.
e.
Merencanakan
asuhan kebidanan
1) Tinjauan
teori
Pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeluruh
berdasarkan langkah sebelumnya. Semua perencanaan yang di buat harus
berdasarkkan pertimbangan yang tepat, meliputi pengetahuan, teori yang up to date, perawatan berdasarkan bukti (evidance based care), serta di
validasikan dengan asumsi mengenai apa yang diinginkan dan tidak di inginkan
oleh pasien.
2) Tinjauan
kasus
Kunjungan I
(a)
Beritahu
ibu tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.
(b)
Beritahu
ibu tentang keluhan yang dirasakan saat ini dan cara penanganannya
(c)
Beritahu
ibu tentang ketidaknyamanan TM III
(d)
Beritahu
ibu tentang pola istirahat
(e)
Beritahu
ibu tentang pola nutrisi
(f)
Anjurkan
ibu untuk mengkonsumsi tablet FE
(g)
Beritahu
ibu tanda bahaya kehamilan Trimester III.
(h)
Anjurkan
ibu untuk melakukan kunjungan ulang
Kunjungan II
(a)
Beritahu ibu hasil
pemeriksaan
(b)
Kaji ulang tentang
keluhan ibu sebelumnya
(c)
Kaji ibu tentang tanda-tanda persalinan
(d)
Kaji ibu tentang persiapan persalinan
(e)
Kaji ulang kebutuhan
nutrisi ibu
(f)
Anjurkan ibu untuk
tetap mengkonsumsi tablet Fe
(g)
Kaji ulang tentang pola
istirahat ibu
(h) Anjurkan
ibu untuk kunjungan ulang satu minggu kemudian
Kunjungan III
(a) Beritahu ibu hasil pemeriksaan
(b) Beritahu
ibu tentang pola nutrisi
(c) Beritahu
ibu kembali tentang tanda bahaya kehamilan Trimester III
(d) Kaji
ulang ibu tentang tanda-tanda persalinan
(e) Evaluasi ibu tentang persiapan persalinan
(f) Lakukan
pemeriksaan kembali kadar Hb ibu
(g) Anjurkan
ibu kunjungan ulang
3) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena rencana yang di buat sesuai dengan teori yaitu
perencanaan di buat berdasarkan pertimbangan yang tepat, meliputi pengetahuan,
teori yang up to date, perawatan
berdasarkan bukti (evidance based care),
serta validasi dengan asumsi mengenai apa yang diinginkan dan tidak diinginkan
oleh pasien.
f.
Penalaksanaan
Asuhan Kebidanan
1) Tinjauan
teori
Pada langkah ini rencana asuhan menyeluruh seperti
yang telah diuraikan pada langkah kelima dilaksanakan secara efisien dan aman.
2) Tinjauan
kasus
Kunjungan I
a)
Memberitahu
ibu tentang hasil pemeriksan bahwa kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik
berdasarkan hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan secara head to toe.
b)
Memberitahu ibu bahwa keluhan yang dialami
saat ini yaitu sering kencing merupakan hal yang fisiologis disebabkan
tekanan pada kandung kemih karena pembesaran rahim atau kepala bayi yang turun
ke rongga panggul sehingga dapat
menyebabkan sering kencing pada malam hari, hal ini dapat diatasi dengan cara mengurangi
minum setelah makan malam atau minimal 2 jam sebelum tidur, menghindari minum
yang mengandung kafein, jangan mengurangi kebutuhan air minum (minimal 8
gelas/hari) perbanyak disiang hari dan lakukan senam kegel. Karena ibu sering
kencing anjurkan ibu menjaga personal hygine dengan cara cebok dari depan ke belakang dan mengganti
celana dalam setiap lembab.
c)
Memberitahu
ibu tentang ketidaknyamanan TM III diantaranya yaitu
Cloasma, Morning sickness, Mengidam, panas perut, konstipasi, haemoroid,
insomnia, kram otot betis, buang air kecil yang sering, keputihan, nyeri
punggung, sesak nafas, dan mudah lelah.
d) Memberitahu
ibu tentang pola istirahat bahwa saat ini pola istirahat ibu saat ini hanya 4
jam tidur malam dan 1 jam tidur siang. Pola istirahat yang cukup yaitu tidur
malam 7-8 jam dan tidur siang 1-2 jam serta istirahat ketika lelah.
e)
Memberitahu ibu tentang
pola nutrisi yaitu makan dengan makanan yang bergizi seimbang yaitu mencukupi
kebutuhan ibu seperti karbohidrat (nasi, kentang, roti ) protein (ayam, telur,
daging) sayuran hijau dan juga vitamin untuk kesejahteraan ibu dan janin.
f)
Menganjurkan
ibu untuk tetap mengkonsumsi tablet FE untuk mencegah terjadinya anemia,
diminum pada malam hari untuk menghindari rasa mual dan dianjurkan untuk
meminumnya bersamaan dengan Vit C agar lebih cepat dalam penyerapannya. Hindari
minum teh dan susu saat minum tablet Fe karna dapat memperlambat prses
penyerapannya. Serta menjelaskan efek samping mengkonsumsi tablet Fe yaitu
mual, feses menjadi berwarna lebih gelap, keras, dan air kencing menjadi lebih
pekat.
g)
Memberitahu
ibu tanda bahaya kehamilan Trimester III yaitu perdarahan pervagina, sakit
kepala hebat, masalah penglihatan, bengkak pada muka dan tangan, nyeri abdomen
yang hebat serta bayi kurang bergerak seperti biasa. Dan memberitahu ibu untuk
ketenaga kesehatan terdekat jika terdapat salah satu tanda tersebut.
h)
Menganjurkan
ibu untuk kunjungan ulang 2 minggu kemudian pada tanggal 8 februari 2019
Kunjungan II
(a) Memberitahu
ibu hasil pemeriksaan yaitu ibu dalam keadaan baik
(b) Mengkaji
ulang tentang keluhan ibu sebelumnya yaitu sering kencing
(c) Mengkaji
ibu tentang tanda-tanda persalinan
(d) Mengkaji
ibu tentang persiapan persalinan.
(e) Mengkaji
ulang kebutuhan nutrisi ibu.
(f) Menganjurkan
ibu untuk tetap mengkonsumsi tablet Fe di malam hari secara rutin untuk
memenuhi kebutuhan zat besi selama hamil
(g) Mengkaji
ulang tentang pola istirahat ibu
(h) Menganjurkan
ibu untuk melakukan kunjungan ulang satu minggu kemudian yaitu pada tanggal 15
februari 2019 atau jika ada keluhan sebelum satu minggu kemudian ibu
diperbolehkan melakukan kunjungan ulang
Kunjungan III
(a) Memberitahu
ibu bahwa kondisinya baik dengan hasil pemeriksaan
(b) Memberitahu
ibu tentang pola nutrisi yaitu ibu makan makanan yang berimbang yaitu
karbohidrat, protein, sayuran mineral
dan vitamin
(c) Memberitahu
ibu kembali tanda bahaya kehamilan Trimester III, yaitu perdarahan pervagina,
sakit kepala hebat, masalah penglihatan, bengkak pada muka dan tangan, nyeri
abdomen yang hebat, bayi kurang bergerak seperti biasa
(d) Mengkaji
ulang ibu tentang tanda-tanda persalinan yaitu pinggang terasa sakit dan
menjalar ke depan, pengeluaran lendir dengan darah, pengeluaran cairan ketuban
dan adanya pembukaan.
(e) Evaluasi
ibu tentang persiapan persalinan.
(f) Melakukan
pemeriksaan kembali kadar Hb ibu untuk memastikan apakah ibu kadar Hb nya masih
dalam keadaan normal atau tidak.
(g) Menganjurkan
ibu kunjungan ulang 1 minggu kemudian atau jika ibu merasakan keluhan.
g.
Evaluasi
1) Tinjauan
teori
Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan asuhan
yang kita berikan kepada pasien.
2) Tinjauan
kasus
Kunjungan I
a)
Ibu
telah mengetahui hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.
b)
Ibu
telah mengerti ketidaknyamanan TM III.
c)
Ibu
telah mengerti tentang keluhan yang dirasakan saat ini dan cara mengatasinya.
d) Ibu akan mengatur pola istirahat ibu.
e)
Ibu
akan memenuhi kebutuhan nutrisi ibu.
f)
Ibu
telah mengkonsumsi tablet fe.
g)
Ibu
telah mengerti tanda bahaya kehamilan Trimester III.
h)
Ibu
telah mengetahui kapan jadwal kunjungan ulang dan bersedia untuk melakukan
kunjungan ulang.
Kunjungan II
(a) Ibu
sudah mengetahui hasil pemeriksaannya
(b) Ibu
sudah bisa mengatasi ketidaknyamanannya sering kencing
(c) Ibu
masih mengerti tentang tanda-tanda persalinan.
(d) Ibu
dapat menyebutkan yaitu pinggang terasa sakit dan menjalar ke depan,
pengeluaran lendir dengan darah, pengeluaran cairan ketuban dan adanya
pembukaan.
(e) Ibu
masih mengerti tentang persiapan persalinan yang harus disiapkan
(f) yaitu
tempat bersalin, penolong persalinan, biaya persalinan, kendaraan untuk ke
pelayanan kesehatan, surat-surat jaminan kesehatan jika ada, pendamping
persalinan, perlengkapan ibu dan bayi seperti pakaian ibu, sarung, pembalut dan
bedong bayi.
(g) Ibu
sudah mengeeti kebutuhan nutrisi yang baik yaitu dengan memenuhi kebutuhan ibu
seperti karbohidrat (nasi ) protein (ayam, telur, daging) sayuran hijau (Bayam)
dan juga vitamin (buah-buahan)
(h) Ibu
sudah mengkonsumsi tablet Fe 1x1 per hari pada malam hari.
(i) Ibu
sudah tidur dengan cukup yaitu malam hari 7 jam dan 1-2 jam pada siang hari.
(j) Ibu bersedia untuk melakukan kunjungan ulang satu
minggu kemudian atau jika ada keluhan.
Kunjungan III
(a) Ibu
tahu kondisinya saat ini baik
(b) Ibu
sudah mulai bisa memenuhi pola nutrisi ibu
(c) Ibu
tahu tanda bahaya kehamilan trimester III
(d)Ibu
masih mengerti tentang tanda-tanda persalinan
(e) Ibu
sudah menyiapkan tentang persiap persalinan diantaranya yaitu tempat bersalin,
penolong persalinan, biaya persalinan, kendaraan untuk ke pelayanan kesehatan,
surat-surat jaminan kesehatan jika ada, pendamping persalinan, perlengkapan ibu
dan bayi seperti pakaian ibu, sarung, pembalut dan bedong bayi.
(f)
Kadar Hb ibu 13 gr%
(g)
Ibu bersedia kunjungan
ulang
2.
Persalinan
a.
Pengkajian
Data subjektif
1) Keluhan
utama
a) Tinjauan
teori
Tanda mulainya persalinan ditandai oleh pinggang
sakit dan menjalar ke depan. Sifatnya teratur, interval makin pendek dan
kekuatan makin besar, makin beraktivitas (jalan) kekuatan akan makin bertambah,
pengeluaran lendir dengan darah dan pengeluaran cairan.
b) Tinjauan
kasus
Ny.M datang dengan keluhan nyeri pinggang menjalar
ke perut bagian bawah sejak pukul 15.00 WIB di sertai lendir bercampur darah.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan dimana keluhan Ny.M merupakan keluhan fisiologis ibu
bersalin.
2) Pola
makan
a) Tinjauan
teori
Data ini penting untuk diketahui agar bisa
mendapatkan gambaran bagaimana pasien mencukupi asupan gizinya selama hamil
sampai dengan masa awal persalinan.
b) Tinjauan
kasus
Ny.M mengatakan terakhir kali makan pukul 16:00 WIB
jenis makanan nasi, sayur dan lauk pauk dengan porsi ½ piring.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena Ny.M sudah mencukupi kebutuhan nutrisinya.
3) Pola
minum
a) Tinjauan
teori
Pada masa persalinan, data mengenai intake cairan
sangat penting karena akan menentukan kecenderungan terjadinya dehidrasi. Data
yang perlu kita tanyakan berkaitan dengan intake cairan adalah kapan terakhir
kali minum, berapa banyak yang diminum, apa yang diminum. Pada pertengahan
sampai akhir kala I biasanya pasien akan sangat membutuhan cairan, bukan
makanan. Disamping pasien sudah tidak berselera lagi untuk makan karena rasa
sakit akibat his, juga karena pengeluaran keringat yang bertambah sehingga
membutuhkan pemasukan cairan yang lebih banyak.
b) Tinjauan
kasus
Ny.M mengatakan
terakhir kali minum 15 menit yang lalu yaitu pukul 22:45 WIB dengan 1 gelas air
putih.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan anamnesa sesuai dengan teori data
yang kita tanyakan berkaitan dengan intake cairan adalah kapan terakhir kali
minum, berapa banyak yang di minum, apa yang diminum.
4) Pola
istirahat
a) Tinjauan
teori
Istirahat sangat diperukan oleh pasien untuk
mempersiapkan energi menghadapi proses persalinannya, hal ini akan lebih
penting lagi jika proses persalinannya mengalami pemanjangan waktu pada kala
I. Data yang ditanyakan adalah kapan terakhir
tidur, berapa lama, aktivitas sehari-hari. Jika di akhir kehamilannya pasien
melakukan aktivitas yang terlalu berat dikhawatirkan pasien akan merasa
kelelahan sampai akhirnya dapat menimbulkan penyulit pada masa bersalin.
b) Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini Ny.M terakhir kali tidur pada
pukul 13.00 WIB dan lamanya 2 jam.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena Ny.M mulai merasakan mulas dan nyeri pada perutnya
pukul 15.00 wib Sehingga pola istirahat ibu tercukupi.
Data objektif
1) Keadaan
umum
a) Tinjauan
teori
Data ini didapat dengan mengamati keadaan pasien secara keseluruhan.
Dikatakan baik jika pasien memperlihatkan respons yang baik terhadap lingkungan
dan orang lain, serta secara fisik pasien tidak mengalami ketergantungan dalam
berjalan. Jika lemah pasien kurang atau tidak memberikan respons yang baik
terhadap lingkungan dan orang lain, dan pasien sudah tidak mampu lagi untuk
berjalan sendiri.
b) Tinjauan
kasus
Kala I :
Baik
Kala II :
Baik
Kala III :
Baik
Kala
IV : Baik
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terjadi kesenjangan karena ibu dalam keadaan baik walaupun pada kala II ibu
mengalami episiotomy .
2) Tanda-Tanda
vital
a) Tinjauan
teori
Rentang nilai normal tanda-tanda vital
Tekanan darah : 110-120/70-80 mmHg
Nadi : 60-100 x/ menit : 60-100 x/ menit
Pernapasan :
16-24 x/ menit
Suhu : 36,50 C –
37,50 C
:36,5o-37,5oC (18)
b) Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini Ny.M hasil TTVnya yaitu TD: 120/80
mmHg, N: 90x/menit, RR: 24x/menit, S: 370C.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena tanda-tanda vital Ny.M dalam batas normal.
3) Pemeriksaan
abdomen
a) Tinjauan
teori
Melihat bentuk dan ada tidaknya bekas luka operasi,
striae dan linea, mengukur TFU, melakukan pemeriksaan palpasi leopold, memantau
kontraksi uterus, memantau denyut jantung janin, dan TBJ.
b) Tinjauan
kasus
Dari hasil pemeriksaan didapatkan tidak terdapat luka
operasi, tidak terdapat striae dan ada linea nigra, TFU 36
cm, TBJ 3.875 gram kontraksi uterus kuat dan teratur, dan DJJ
140x/menit.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus terdapat kesenjangan karena peneliti sudah
melakukan pemeriksaan abdomen tidak sesuai
dengan teori dan hasil pemeriksaan dalam tidak
dalam batas normal.
4) His
a) Tinjauan
teori
Menurut teori keluhan
persalinan yang dirasakan menjelang persalinan yaitu pinggang terasa sakit
menjalar ke depan, sifat his teratur, interval makin pendek, dan kekuatan makin
besar, terjadi perubahan pada serviks. Jika pasien menambah aktivitasnya,
misalnya dengan berjalan, maka kekuatanya bertambah.
b) Tinjauan kasus
Pada kasus Ny.M setelah dilakukan observasi his
setiap 30 menit dengan hasil pada pukul 23:40 WIB 3 kali dalam 10 menit lamanya
30 detik, 00:10 WIB his 3 kali
dalam 10 menit lamanya 32 detik. Pukul 00.40 WIB his 3 kali dalam 10 menit
lamanya 35
detik. Pukul 01.10 WIB his 3 kali dalam 10 menit lamanya 34 detik. Pukul 01.40
WIB his 4 kali dalam 10 menit lamanya 35 detik. Pukul 02.10 WIB his 4 kali
dalam 10 menit lamanya 40 detik.
Pukul 02.40 WIB his 5 kali dalam 10 menit lamanya 46
detik. Pukul 03.10 WIB his 5 kali dalam 10 menit lamanya 45 detik. Pukul 03.40
WIB his 5 kali dalam 10 menit lamanya 55 detik. Pukul 04.10 WIB his 5 kali
dalam 10 menit lamanya 55 detik.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena menurut teori sifat his teratur, interval makin
pendek, dan kekuatan makin besar, terjadi perubahan pada serviks sesuai dengan
kasus Ny.M yaitu hisnya semakin bertambah dan pembukaan semakin bertambah.
5) Tahapan
persalinan
a) Tinjauan
teori
Kala I
Kala
I dimulai dari saat persalinan mulai (pembukaan nol) sampai pembukaan lengkap
(10 cm).Proses di atas terjadi pada primigravida ataupun multigravida, pada
primigravida, kala I berlangsung ±12 jam, sedangkan pada multigravida ±8 jam.
Kala II
Lamanya kala II untuk primigravida 1,5-2 jam dan
mutigravida ½ -1 jam.
Kala III
Kala III dimulai segera setelah bayi lahir sampai
lahirnya plasenta, yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit.
Kala IV
Kala IV dimulai dari saat lahirnya plasenta sampai 2
jam postpartum. Kala ini terutama bertujuan untuk melakukan observasi karena
perdarahan postpartum paling sering terjadi pada 2 jam pertama.
b) Tinjauan
kasus
Pada kasus Ny.M lama kala I yang dihitung dari ibu merasa mulas-mulas pada perutnya pukul 17:00 sampai pembukaan lengkap pukul
04:10 WIB.
Jadi lama kala I pada kasus Ny.M adalah
11 jam.
Kala II
berlangsung 40 menit dari pembukaan lengkap pukul 04.10 wib bayi lahir
pukul 04:50 wib.
Kala III berlangsung 10 menit dari bayi lahir pukul 05.00
wib plasenta lahir pukul 05.15 wib
Kala IV berlangsung selama 2 jam mulai dari pukul
05.15 wib sampai 07.00 wib
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terjadi kesenjangan pada kala I karena
pada multigravida
maksimal waktu yang dibutuhkan pada kala I persalinan adalah 8 jam dan pada kasus Ny.M
tidak lebih dari 8 jam
sehingga Ny.M tidak mengalami kala I memanjang, dan kala II 40 menit, kala III 15 menit dan kala
IV 2 jam.
b.
Interpretasi
data dasar
1) Tinjauan
teori
Langkah ini dilakukan identifikasi terhadap rumusan diagnosis,
masalah dan kebutuhan pasien berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data
yang telah dikumpulkan.
2) Tinjauan
kasus
Diagnosa kala I: Ny.M umur 27 tahun G2P1A0 usia
kehamilan 41 minggu 3 hari inpartu kala I fase aktif
Diagnosa kala II: Ny.M umur 27 tahun G2P1A0 usia kehamilan
41 minggu 3 hari inpartu kala II
Diagnosa kala III: Ny.M umur 27 tahun P2A0 kala III
persalinan
Diagnosa kala IV: Ny.M umur 27 tahun P2A0 kala IV
persalinan
Masalah ` : Tidak ada
Kebutuhan :
Kala I : Asuhan
persalinan kala I
Kala II : Asuhan persalinan kala II
Kala III : Asuhan persalinan kala III
Kala IV : Penjahitan luka perineum derajat 2
3) Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terjadi kesenjangan karena identifikasi
terhadap diagnosa yang didapatkan berdasarkan interpretasi yang benar atas
data-data yang telah dikumpulkan dari data subjektif dan objektif.
c.
Identifikasi
Diagnosis dan Masalah Potensial
1) Tinjauan
teori
Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau
diagnosis potensial lain berdasarkan rangkaian masalah yang ada. Langkah ini
membutuhkan antisipasi, bila mungkin dilakukan pencegahan.
2) Tinjauan
kasus
Kala
I : tidak
ada
Kala
II : tidak
ada
Kala
III : tidak
ada
Kala
IV : tidak
ada
3) Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terjadi kesenjangan karena identifikasi
terhadap diagnosa yang didapatkan berdasarkan interpretasi yang benar atas
data-data yang telah dikumpulkan dari data subjektif dan data objektif.
d.
Mengidentifikasi
dan menetapkan kebutuhan yang memerlukan penanganan segera
1) Tinjauan
teori
Dalam pelaksanaannya bidan kadang dihadapkan pada
beberapa situasi darurat dimana harus segera melakukan tindakan untuk
menyelamatkan pasien.
2) Tinjauan
kasus
Pada kasus Ny.M tidak dilakukan tindakan segera
karena tidak ada masalah yang bersifat kolaborasi.
3) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena bidan akan melakukan asuhan kebidanan kala I, II,
III, IV.
e.
Merencanakan
asuhan kebidanan
1) Tinjauan
teori
Pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeuruh berdasarkan
langkah sebelumnya. Semua perencanaan harus berdasarkan pertimbangan yang
meliputi pengetahuan, teori yang terbaru, evidence
based care serta divalidasi dengan asumsi mengenai apa yang diinginkan dan
tidak diinginkan oleh pasien. (Sulistyawati,2014,h.196)
2) Tinjauan
kasus
Kala I
a)
Beritahu
ibu tentang hasil pemeriksaan
b)
Anjurkan
pada ibu untuk memilih posisi yang nyaman
c)
Ajarkan
ibu cara relaksasi yang benar
d)
Beri
ibu asupan nutrisi
e)
Anjurkan
ibu untuk menjaga kebersihan
f)
Beritahu
ibu dan keluarga pengurangan rasa nyeri
g)
Anjurkan
ibu untuk mengosongkan kandung kemih
h)
Berikan
dukungan pada ibu
i)
Hadirkan
pendamping
j)
Siapkan
alat persalinan
k)
Pantau
kemajuan persalinan menggunakan partograf
Kala II
a)
Beritahu ibu hasil
pemeriksaan
b)
Beri ibu semangat dan
motivasi
c)
Berikan posisi bersalin
untuk ibu
d) Ajarkan
ibu untuk meneran saat kontraksi kuat
e)
Beri ibu asupan cairan
agar tidak dehidrasi
f)
Cek dan dekatkan alat
persalinan
g)
Lakukan pertolongan
persalinan sesuai APN
h)
Lakukan tindakan
episotomi
i)
Lanjutkan
pertolongan persalinan
Kala III
1) Keringkan
bayi
2) Periksa
ada tidaknya janin kedua
3) Lakukan
penyuntikan oksitosin 10 IU
4) Lakukan
jepit potong tali pusat
5) Lakukan
IMD (inisiasi menyusu dini)
6) Lakukan
pengeluaran plasenta
Kala
IV
1) Lakukan
masase pada ibu
2) Lakukan
pengecekan kelengkapan plasenta
3) Lakukan
pengecekan laserasi pada perineum
4) Lakukan penghetingan perenium
5) Bersihkan
tubuh ibu
6) Bersihkan
tempat tidur persalinan
7) Lakukan
dekontaminasi alat persalinan
8) Beri
ibu asupan nutrisi dan cairan
9) Lakukan pemantauan kala IV
f.
Pelaksanaan
asuhan kebidanan
1) Tinjauan
teori
Pada langkah ini rencana asuhan menyeluruh seperti
yang telah di uraikan pada langkah kelima diaksanakan secara efisien dan aman. (Sulistyawati,2014,h.198)
2) Tinjauan
kasus
Kala I
a)
Memberitahu
ibu hasil pemeriksaan bahwa ibu dalam keadaan baik dan saat ini sudah masuk
persalinan pembukaan jalan lahir 4 cm dan ketuban masih utuh atau belum pecah.
b)
Menganjurkan
ibu untuk memilih posisi yang nyaman untuk dirinya seperti jalan-jalan kecil
jika ibu mampu, jongkok dan miring kiri supaya mempercepat penurunan kepala dan
mempercepat pembukaan jalan lahir.
c)
Mengajarkan
pada ibu untuk relaksasi saat ada his dengan cara menarik napas panjang melalui
hidung dan mengeluarkannya dengan cara perlahan-lahan melalui mulut supaya rasa
nyeri yang di rasakan ibu sedikit berkurang.
d)
Memberi
ibu asupan nutrisi saat kontraksi tidak
ada seperti roti dan air putih supaya tenaga ibu untuk mengejan tetap ada dan
ibu tidak kelelahan
e)
Menganjurkan
ibu untuk menjaga kebersihan yaitu ketika baju ibu basah dan berkeringat
mengganti pakaian dan jika ibu masih kuat anjurkan ibu untuk mandi.
f)
Memberitahu
ibu dan keluarga pengurangan rasa nyeri yaitu dengan cara melakukan masase pada
bagian punggung ibu.
g)
Menganjurkan
ibu untuk mengosongkan kandung kemih dengan cara segera BAK jika terasa kandung
kemih penuh.
h)
Memberikan
dukungan pada ibu bahwa ibu jangan merasa cemas menghadapi persalinan, ibu
harus tetap semangat dan memberitahu keluarga untuk tetap mendukung ibu.
i)
Menghadirkan
pendamping yaitu suami dan orang tua pasien, supaya ibu lebih merasa semangat
dan nyaman.
j)
Menyiapkan
alat persalinan yaitu partus set yang berisi (1/2 koher, metal kateter,gunting
episiotomi, 2 buah klem tali pusat, gunting tali pusat, spuit 3 cc berisi
oksitosin, handscoon dan kassa steril), heating set yang berisi (klem,
naldpuder, gunting benang, pinset anatomis). perlak, underpad, handuk.
Perlengkapan ibu yaitu softek, celana dalam, sarung, gurita dan baju ibu.
Perlengkapan bayi yaitu popok bayi, gurita, baju bayi, sarung tangan kaki dan
tangan, serta bedong bayi.
k)
Memantau
kemajuan persalinan dengan menggunakan partograf.
Kala II
a) Memberitahu
ibu hasil pemeriksaan dalam pembukaan sudah lengkap dan ibu akan segera
menjalani proses persalinan.
b) Memberi
ibu semangat dan motivasi yaitu dengan cara memuji ibu dan mendampingi ibu pada
saat proses persalinan.
c) Memberikan
posisi yang nyaman kepada ibu untuk mempermudah dalam proses persalinan seperti
litotomi, berdiri, jongkok.
d) Mengajarkan
ibu untuk meneran yaitu pada saat kontraksi kuat kedua tangan merangkul kedua paha mendekati
dada, mata membuka , mata melihat ke perut, pada saat
meneran ibu tidak boleh bersuara.
e) Memberi
ibu asupan cairan agar ibu tidak dehidrasi pada saat tidak ada kontraksi.
f) Mengecek
kembali alat persiapan persalinan dan
mendekatkan alat dengan ibu.
g) Melakukan
pertolongan persalinan sesuai dengan APN yaitu pada saat kepala bayi kroning
5-6 cm nampak didepan vulva, letakkan handuk diatas perut ibu, pasang underpad
di bawah bokong ibu, dan duk kemudian
penolong memakai APD lengkap yaitu celemek, masker, kacamata persalinan, topi,
sepatu boat dan handscoon saat ada kontraksi.
lakukan stagnen dengan
tangan kanan untuk mencegah terjadinya robekan perinium dan ridgen dengan
tangan kiri untuk mencegah agar kepala bayi tidak terjadi defleksi maksimal.
Ternyata belum ada kemajuan persalinan dan perenium kaku dan belum mengalami
penipisan.
h) Melakukan tindakan
episiotomi, pertama suntikan anastesi atau lidokain searah dengan kipas.
Tindakan
episiotomi dilakukan saat kepala bayi meregang, lakukan episiotomi dengan
cepat. Jari telunjuk dan jari tengah diletakan pada kepala bayi dan perenium
searah untuk melindungi kepala bayi. sesudah fase acme/ puncak berlangsung maka
gunting akan diselipkan dalam posisi terbuka diantara jari telunjuk dengan jari
tengah dan mengarah ke sudut yang direncankan, lalu perenium digunting sekitar
3-4 cm dengan arah medio lateral memakai 1 atau 2 guntingan.
i) Melanjutkan pertolongan persalinan denagn melakukan
kembali lakukan stagnen dengan tangan kanan untuk mencegah terjadinya robekan
perinium dan ridgen dengan tangan kiri untuk mencegah agar kepala bayi tidak
terjadi defleksi maksimal setelah kepala bayi lahir usap muka bayi menggunakan
duck, cek lilitan tali pusat jika tidak ada tungggu kepala bayi melakukan putar
paksi luar, setelah putar paksi luar pegang kepala bayi secara biparietal
dengan tangan kanan di atas dan tangan kiri dibawah lakukan curam ke bawah
untuk melahirkan bahu depan, elevasi ke atas untuk melahirkan bahu belakang
lalu sanggah susur sampai seluruh badan bayi lahir, lalu melakukan penilaian
sekilas yaitu tangisan bayi, tonus otot dan warna kulit bayi.
Kala III
a)
Mengeringkan bayi
dengan cara meletakkan bayi diatas perut ibu lalu keringkan dan bersihkan
menggunakan handuk sambil memberi rangsangan taktil pada punggung dan
ekstremitas bayi, kemudian ganti handuk dengan kain bersih dan kering
b)
Memeriksa apakah ada
janin kedua atau tidak dengan meraba perut ibu
c)
Melakukan penyuntikkan
oksitosin 10 IU di 1/3 paha kanan
atas bagian luar secara IM
d)
Melakukan jepit
potong tali pusat yaitu dengan cara urut 5 cm tali pusat ke arah bayi lalu jepitkan
klem, urut lagi 3 cm ke arah bayi
jepitkan klem kedua potong tali pusat diantara kedua klem tersebut lalu ikat
tali pusat menggunakan benang tali pusat yang steril
e)
Melakukan IMD (inisiasi
menyusu dini) yaitu meletakkan bayi diatas perut ibu, dengan posisi seperti
menunggang kuda sehingga badan bayi menempel ke badan ibu (skin to skin) selama satu jam dan badan bayi terselimuti supaya
terbentuk bounding attachment secara dini dan merangsang produksi serta
pengeluaran ASI.
f)
Melakukan pengeluaran
plasenta dengan cara peregangan tali pusat terkendali (PTT) yaitu tangan kanan
memegang klem tali pusat 5 cm didepan vulva, tangan kiri berada di atas supra simpisis
ibu untuk melakukan dorso kranial, jika terdapat tanda-tanda pelepasan plasenta
saat dilakukan peregangan lanjutkan peregangan dengan memindahkan klem 5 cm
didepan vulva sampai plasenta nampak didepan vulva, sambut dengan dua tangan
lalu putar searah secara perlahan dan lakukan putar pilin untuk melahirkan
selaput plasenta sampai plasenta lahir
Kala IV
a)
Melakukan masase dengan
cara memasase perut ibu sebanyak 15 kali dalam 15 detik untuk merangsang
kontraksi dan ajarkan pada untuk masase
b)
Melakukan pengecekan
kelengkapan plasenta yaitu selaput plasenta utuh atau tidak, jumlah kotiledon,
tebal, diameter plasenta dan panjang tali pusat
c)
Melakukan pengecekan
laserasi pada perineum dengan cara mengedep bagian jalan lahir sampai perinium
menggunakan kassa steril.
d)
Melakukan
penghetingan pada perinium ibu dengan teknik jelujur dan subcutis.
e)
Membersihkan tubuh ibu
dari darah dan kotoran persalinan dengan menggunakan air bersih dari bagian
yang terbersih yaitu perut, paha luar, paha dalam dan jalan lahir bilas dengan
air sabun dan air bersih lagi kemudian pakaian ibu pakaian bersih dan kering.
f)
Membersihkan tempat
tidur persalinan menggunakan air klorin, air sabun dan bilas dengan air bersih
dari bagian yang terbersih dahulu.
g)
Melakukan dekontaminasi
alat persalinan dengan merendam dilarutan air klorin selama 10 menit dan bilas
menggunakan air sabun dan air bersih keringkan lalu sterilkan.
h)
Memberi ibu asupan
nutrii dan cairan yaitu roti dan air putih supaya mengembalikan tenga ibu dan
agar tidk terjadi dehidrasi.
i)
Melakukan
pemantauan kala IV yaitu tekanan darah , nadi, suhu, tinggi fundus uteri (TFU),
kontraksi, kandung kemih, dan darah yang keluar dilakukan 15 menit sekali pada
satu jam pertama,dan 30 menit pada jam kedua
1) Melakukan
masase dengan cara memasase perut ibu sebanyak 15 kali dalam 15 detik untuk
merangsang kontraksi dan ajarkan pada keluarga untuk masase
2) Melakukan
pengecekan kelengkapan plasenta yaitu selaput plasenta utuh atau tidak, jumlah
kotiledon, tebal, diameter plasenta dan panjang tali pusat
3) Melakukan
pengecekan laserasi pada perineum dengan cara mengedep bagian jalan lahir
sampai perinium menggunakan kassa steril
4) Membersihkan
tubuh ibu dari darah dan kotoran persalinan dengan menggunakan air bersih dari
bagian yang terbersih yaitu perut, paha luar, paha dalam dan jalan lahir bilas
dengan air sabun dan air bersih lagi kemudian pakaian ibu pakaian bersih dan
kering
5) Membersihkan
tempat tidur persalinan menggunakan air klorin, air sabun dan bilas dengan air
bersih dari bagian yang terbersih dahulu.
6) Melakukan
dekontaminasi alat persalinan dengan merendam dilarutan air klorin selama 10
menit dan bilas menggunakan air sabun dan air bersih keringkan lalu sterilkan
7) Memberi
ibu asupan nutrii dan cairan yaitu roti dan air putih supaya mengembalikan
tenga ibu dan agar tidk terjadi dehidrasi.
8) Melakukan
pemantauan kala IV yaitu tekanan darah, nadi, suhu, tinggi fundus uteri (TFU),
kontraksi, kandung kemih dan darah yang keluar diakukan 15 menit sekali pada
satu jam pertama dan 30 menit sekali pada jam kedua
3) Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena telah melakukan
pelaksanaan sesuai perencanan sebelumnya.
g.
Evaluasi
1) Tinjauan
teori
Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan asuhan
yang kita berikan kepada pasien.
2) Tinjauan
kasus
Kala I
a)
Ibu
telah mengetahui hasil pemeriksaannya.
b)
Ibu
telah memilih posisi nyaman yaitu miring kiri.
c)
Ibu
telah melakukan cara relaksasi yang diajarkan untuk mengurangi rasa nyeri.
d)
Ibu
sudah makan ½ potong roti dan ½ gelas air putih.
e)
Ibu
sudah mandi
f)
Sudah
dilakukan masase pada pungung ibu
g)
Ibu
sudah BAK
h)
Ibu
merasa nyaman
i)
Ibu
sudah didampingi oleh suami dan orang tuanya.
j)
Alat-alat
pertolongan persalinan sudah disiapkan.
k)
Hasil
pemantauan kemajuan persalinan.
Kala II
a)
Ibu sudah mengetahui
hasil pemeriksaanya
b)
Ibu sudah diberi
semangat dan motivasi ibu tampak lebih semangat
c)
Ibu memilih posisi litotomi untuk bersalinan
d)
Ibu sudah mengerti cara
meneran yang baik dan ibu melakukannya
e)
Ibu sudah diberi minum
f)
Alat sudah di cek dan didekatkan pada ibu
g)
Pertolongan persalinan
sudah dilakukan sesuai APN
h)
Episiotomy telah
dilakukan
i)
bayi lahir spontan
pukul 04.50 wib, jenis kelamin perempuan
Kala III
a)
Bayi sudah dikeringkan
b)
Tidak terdapat janin
kedua
c)
Ibu sudah di beri
suntikkan oksitosin 10 IU
d)
Jepit potong tali pusat
sudah dilakukan
e)
Inisiasi menyusu dini
(IMD) sudah dilakukan
Kala
IV
a)
Masase sudah dilakukan
kontraksi ibu baik
b)
Plasenta dalam keadaan
lengkap yaitu selaput utuh, jumlah kotiledon 18 buah, tebal 3 cm, diameter 20
cmdan panjang tali pusat 50 cm.
c)
Pengecekan laserasi
sudah dilakukan dan terdapat luka perenium derajat Dua
d)
Sudah dilakukan
penghetingan .
e)
Ibu sudah bersih dari
sisa darah dan kotoran persalinan
f)
Tempat tidur sudah
dalam keadaan bersih
g)
Alat persalinan sudah
di dekontaminasi
h)
Ibu sudah makan ½
potong roti satu 1 gelas air putih
i)
Pemantauan kala IV
sudah dilakukan
3) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan evaluasi asuhan yang diberikan.
3.
Nifas
Kunjungan 6 jam
postpartum
a.
Pengkajian
Data subjektif
1) Keluhan
utama
a) Tinjauan
teori
Untuk mengetahui keluhan yang dirasakan ibu setelah
melahirkan.
b) Tinjauan
kasus
Kunjungan 6 jam postpartum Ny.M mengatakan perutnya
masih terasa mulas.
Kunjungan 6 hari postpartum Ny.M mengatakan
terkadang perutnya masih terasa mulas.
Kunjungan 2 minggu postpartum Ny.M tidak ada
keluhan.
Kunjungan 6 minggu postpartum Ny.M tidak ada keluhan
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terjadi kesenjangan karena setelah melakukan anamnesa keluhan yang dialami ibu
masih dalam keadaan normal karna mulas yang dialami ibu disebabkan oleh proses
pengembalian rahim kebentuk semula (involusi uterus)
Data objektif
1) Keadaan
umum
a) Tinjauan
teori
Untuk mengetahui keadaan ibu secara umum nifas
normal biasanya baik.
b) Tinjauan
kasus
Kunjungan 6 jam postpartum Ny.M dalam keadaan baik.
Kunjungan 6 hari postpartum Ny.M dalam keadaan baik.
Kunjungan 2 minggu postpartum Ny.M dalam keadaan baik.
Kunjungan 6 minggu postpartum Ny.M dalam keadaan baik.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena berdasarkan hasil pemeriksaan Ny.M dalam keadaan baik.
2) Tanda-Tanda
Vital
a) Tinjauan
teori
(2) Tekanan
darah
Biasanya tidak berubah, kemungkinan tekanan darah
akan rendah setelah melahirkan karena ada pendarahan. Tekanan darah tinggi pada
postpartum dapat menandakan terjadinya preeklamsia postpartum.
(3) Suhu
badan
Satu hari (24 jam) postpartum suhu badan akan naik
sedikit (37,5-380 C) sebagai akibat kerja keras waktu melahirkan,
kehilangan cairan, dan kelelahan.
(4) Nadi
Denyut nadi normal pada orang dewasa 60-80x/menit.
Sehabis melahirkan biasanya denyut nadi itu akan lebih cepat.
(5) Pernapasan
Keadaan pernapasan selalu berhubungan dengan keadaan
suhu dan denyut nadi. Bila suhu tidak normal, pernapasan juga akan
mengikutinya, kecuali apabila ada gangguan khusus pada saluran napas.
b) Tinjauan
kasus
Kunjungan
6 jam postpartum TD Ny.M 110/80 mmHg, RR: 20x/menit, N: 86x/menit, S: 37,10C.
Kunjungan
6 hari postpartum TD Ny.M 110/80 mmHg. RR: 20x/menit, N: 81x/menit, S: 37,00C.
Kunjungan
2 minggu postpartum TD Ny.M 120/80
mmHg RR: 20x/menit, N: 82x/menit, S: 36,80C.
Kunjungan
6 minggu postpartum TD Ny.M 110/80 mmHg RR:
20x/menit, N: 83x/menit, S: 37,00C.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terjadi kesenajangan karena sudah dilakukan pemeriksaan sesuai teori.
3) Pemeriksaan
fisik
a. Muka
1)
Tinjauan teori
kelopak mata ada edema atau tidak, konjungtiva merah
muda atau pucat, sklera putih atau tidak.
2) Tinjauan
kasus
Setelah dilakukan pemeriksaan pada Ny.M kelopak mata
tidak edema, konjungtiva merah muda, sklera putih.
3) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan berdasarkan teori yang
ada dan hasil pemeriksaan Ny.M normal.
b. Mulut
dan gigi
a) Tinjauan
teori
Lidah bersih atau tidak dan gigi ada karies atau
tidak.
b) Tinjauan
kasus
Setelah dilakukan pemeriksaan kepada Ny.M didapatkan hasil lidah bersih dan gigi tidak
ada karies.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terjadi kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan sesuai teori yang ada
dan hasilnya normal yaitu lidah bersih dan gigi tidak ada karies.
c. Dada
a) Tinjauan
teori
Jantung, irama jantung teratur atau tidak, paru-paru
ada ronchi dan wheezing atau tidak.
b) Tinjauan
kasus
Setelah dilakukan pemeriksaan kepada Ny.M didapatkan hasil irama
jantung teratur dan paru-paru tidak ada bunyi ronchi dan wheezing.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan sesuai teori yang ada
dan hasilnya normal yaitu irama jantung teratur dan paru-paru tidak ada bunyi
ronchi dan wheezing.
d. Payudara
a) Tinjauan
teori
Bentuk simetris atau tidak, putting susu menonjol
atau tidak, pengeluaran kolostrum.
b) Tinjauan
kasus
Kunjungan 6 jam postpartum Ny.M didapatkan hasil bentuk
payudara simetris, putting susu menonjol, dan sudah ada pengeluaran ASI
kolostrum.
Kunjungan 6 hari postpartum Ny.M didapatkan hasil
bentuk payudara simetris, putting susu menonjol, dan sudah ada pengeluaran ASI
transisi.
Kunjungan 2 minggu postpartum Ny.M didapatkan hasil
bentuk payudara simetris, putting susu menonjol, dan sudah ada pengeluaran ASI
matur.
Kunjungan 6 minggu postpartum Ny.M didapatkan hasil
bentuk payudara simetris, putting susu menonjol, dan sudah ada pengeluaran ASI
matur.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan sesuai teori yang ada
dan didapatkan hasil normal yaitu bentuk payudara simetris, putting susu
menonjol, dan sudah ada pengeluaran ASI lancar.
e. Abdomen
a) Tinjauan
teori
Bekas luka operasi: untuk mengetahui apakah pernah
SC atau operasi lain, konsistensi keras atau tidak.
b) Tinjauan
kasus
Setelah dilakukan pemeriksaan pada Ny.M didapatkan hasil tidak
terdapat luka operasi, konsistensi keras.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan berdasarkan teori yang
ada dan didapatkan hasil normal tidak terdapat luka operasi, konsistensi keras.
f. Uterus
a) Tinjauan
teori
Untuk mengetahui berapa TFU, bagaimana kontraksi
uterus, konsistensi uterus, posisi uterus. Pada ibu nifas normal TFU 2 jari
dibawah pusat kontraksinya baik.
Involusi uterus
|
Involusi
|
Tinggi fundus uteri
|
Berat uterus
(gr)
|
Diameter bekas
melekat plasenta (cm)
|
Keadaan
serviks
|
|
Bayi lahir
|
Setinggi pusat
|
1000
|
|
|
|
Uri lahir
|
2 jari di
bawah pusat
|
750
|
12,5
|
Lembek
|
|
Satu minggu
|
Pertengahan
pusat-simpisis
|
500
|
7,5
|
Beberapa hari
setelah postpartum dapat dilalui 2 jari akhir minggu pertama dapat dimasuki 1
jari
|
|
Dua minggu
|
Tak teraba di
atas simpisis
|
350
|
3-4
|
|
|
Enam minggu
|
Bertambah
kecil
|
50-60
|
1-2
|
|
|
Delapan minggu
|
Sebesar normal
|
30
|
|
b) Tinjauan
kasus
Kunjungan 6 jam postpartum TFU 2 jari di bawah
pusat, kontraksi baik.
Kunjungan 6 hari postpartum TFU pertengahan
pusat-simpisis, kontraksi baik.
Kunjungan 2 minggu postpartum TFU tidak teraba di
atas simpisis, kontraksi baik.
Kunjungan 6 minggu postpartum TFU bertambah kecil,
kontraksi baik.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan sesuai teori yang ada
dan didapatkan hasil normal yaitu involusi uterus berjalan dengan baik.
g. Perineum
a) Tinjauan
teori
Untuk mengetahui apakah perineum ada bekas jahitan
atau tidak, juga tentang jahitan perinium klien.
b) Tinjauan
kasus
Setelah dilakukan pemeriksaan pada Ny.M didapatkan
hasil ada bekas luka jahitan.
Pada kunjungann 6 jam post partum: bekas luka
jahitan masih lembab.
Pada kunjungan 6 hari post partum: bekas luka
jahitan masih sedikit lembab.
Kunjungan 2 minggu post partum: Bekas luka jahitan
sudah kering.
Kunjungan 6 minggu post partum:Bekas luka jahitan
sudah kembali normal.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan sesuai teori yang ada
yaitu untuk mengetahui apakah perineum ada bekas jahitan atau tidak dan
didapatkan hasil perinium Ny.M ada bekas luka jahitan.
i.
Kandung kemih
a) Tinjauan
teori
Untuk mengetahui apakah kandung kemih teraba atau
tidak, pada ibu nifas normal kandung kemih tidak teraba.
b) Tinjauan
kasus
Setelah dilakukan pemeriksaan pada Ny.M didapatkan
hasil kandung kemih tidak teraba.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan sesuai teori yang ada
dan didapatkan hasil normal yaitu kandung kemih tidak teraba.
j. Ekstremitas
atas dan bawah
a) Tinjauan
teori
Edema : ada atau tidak, kekauan otot dan sendi ada
atau tidak, Kemerahan ada atau tidak, Varises ada atau tidak, Reflek patella
kanan kiri +/- normalnya +.
b) Tinjauan
kasus
Setelah dilakukan pemeriksaan pada Ny.M didapatkan
hasil tidak ada oedema pada tangan dan kaki, tidak ada kekauan otot dan sendi,
tidak ada kemerahan pada tangan dan kaki, tidak ada varises pada kaki, reflek
patella positif kanan dan kiri.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan pada Ny.M sesuai dengan
teori yang ada dan didapatkan hasil tidak ada oedema pada tangan dan kaki,
tidak ada kekauan otot dan sendi, tidak ada kemerahan pada tangan dan kaki,
tidak ada varises pada kaki, reflek patella positif kanan dan kiri.
b.
Interpretasi
Data
Pada langkah ini dilakukan identifikasi yang benar
terhadap diagnosa atau masalah dan kebutuhan kien berdasarkan interpretasi yang
benar.
1) Anamnesa
a) Tinjauan
teori
Jumlah kelahiran, pernah abortus atau tidak, masa
setelah melahirkan.
b) Tinjauan
kasus
Kunjungan 6 jam
postpartum : Ny.M umur 27
tahun P2A0 6 jam postpartum.
Kunjungan 6 hari
postpartum : Ny.M umur 27
tahun P2A0
6 hari postpartum.
Kunjungan 2
minggu postpartum : Ny.M umur 27
tahun P2A0 2 minggu postpartum.
Kunjungan
6 jam postpartum : Ny.M umur 27
tahun P2A0 6 minggu
postpartum.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena bidan sudah melakukan anamnesa seuai dengan teori
yang ada.
2) Masalah
a) Tinjauan
teori
Berkaitan dengan keadaan psikologis ibu, normalnya
tidak ada masalah.
b) Tinjauan
kasus
Kunjungan 6 jam postpartum Ny.M tidak ada masalah.
Kunjungan 6 hari postpartum Ny.M tidak ada masalah.
Kunjungan 2 minggu postpartum Ny.M tidak ada
masalah.
Kunjungan 6 minggu postpartum Ny.M tidak ada
masalah.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena Ny.M
tidak memiliki masalah.
3) Kebutuhan
a) Tinjauan
teori
Berdasarkan atas keadaan umum dan keadaan fisik ibu
biasanya dibutuhkan konseling lebih lanjut.
b) Tinjauan
kasus
Kunjungan 6 jam postpartum Ny.M Asuhan masa nifas 6
jam post partum.
Kunjungan 6 hari postpartum Ny.M Asuhan 6 hari
postpartum.
Kunjungan 2 minggu postpartum Ny.M Asuhan 2 minggu
postpartum.
Kunjungan 6 minggu postpartum Ny.M Asuhan 6 minggu postpartum.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena bidan sudah melakukan pemeriksaan dan Ny.M tidak
memiliki kebutuhan.
c.
Identifikasi
Diagnosa dan Masalah Potensial
1) Tinjauan
teori
Langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau
diagnosa potensial lain berdasarkan rangkaian, masalah dan diagnosa yang sudah
diidentifikasi. Diagosa potensial pada nifas normal biasanya tidak ada diagnosa
potensial.
2) Tinjauan
kasus
Pada kasus Ny.M tidak terdapat identifikasi diagnosa
dan masalah potensial.
3) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena setelah dilakukan pemeriksaan Ny.M tidak memiliki
masalah yang bersifat potensial.
d.
Identifikasi
kebutuhan yang memerlukan penanganan segera
1) Tinjauan
teori
Pada langkah ini dilakukan tindakan segera oleh
bidan atau dokter atau untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan
anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien. Biasanya pda ibu
nifas normal tidak dilakukan kolaborasi dengan dokter SPOG atau tim kesehatan
lain.
2) Tinjauan
kasus
Pada kasus Ny.M tidak ada tindakan segera atau
kolaborasi yang harus dilakukan.
3) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan dari hasil pemeriksaan Ny.M tidak memiliki masalah yang
memerlukan tindakan segera atau kolaborasi.
e.
Perencanaan
1) Tinjauan
teori
Pada langkah ini dilakukan perencanaan asuhan
menyeluruh dan rasional.
2) Tinjauan
kasus
Kunjungan 6 jam postpartum
a
) Beritahu ibu hasil pemeriksaan
b)
Jelaskan mengenai
keluhan yang ibu alami
c)
Anjurkan ibu untuk
meminum terapi obat yang telah diberikan
d) Ajarkan
kepada ibu dan keluarga tentang pencegahan perdarahan
e)
Beritahu ibu untuk
menjaga personal hygiene
f)
Lakukan rawat gabung
antara ibu dan bayi
g)
Ajarkan kepada ibu
untuk menyusui bayinya segera mungkin
h)
Lakukan cara perawatan
luka perinium
i)
Ajarkan ibu cara
perwatan luka perenium
j)
Beritahu ibu cara
perawatan luka perenium
k)
Anjurkan ibu untuk
kunjungan ulang
Kunjungan 6 hari postpartum
a)
Beritahu
ibu hasil pemeriksaan
b)
Pastikan
ibu mendapat cukup makanan dan minuman serta
istirahat yang cukup
c)
Periksa
luka jahitan pada ibu dan ingatkan ibu kembali untuk selalu melakukan perawatan
luka perinium
d)
Pastikan
apakah ibu mengalami kesulitan saat menyusui, tanda-tanda bahaya atau penyulit
masa nifas
e)
Ingatkan
ibu kembali mengenai cara menjaga personal hygiene yang benar
f)
Beritahu
ibu tanda bahya masa nifas
g)
Kaji
ibu tentang perawatan tali pusat
h)
Anjurkan
ibu untuk melakukan kunjungan ulang
Kunjungan 2 minggu postpartum
a) Beritahu
ibu hasil pemeriksaan
b) Evaluasi
luka jahitan ibu.
c) Pastikan
rahim ibu sudah kembali normal
d) Evaluasi
kembali tentang kebutuhan nutrisi ibu
e) Evaluasi
apakah ibu mengalami tanda bahaya
atau penyuit masa nifas
f) Anjurkan
ibu untuk melakukan kunjungan ulang
Kunjungan
6 minggu post partum
a)
Jelaskan pada ibu
tentang hasil pemeriksaan
b)
Evaluasi luka
jahitan ibu.
c)
Pastikan rahim ibu
sudah kembali normal
d)
Berikan
ibu konseling secara dini tentang KB
e)
Berikan konseling
tentang KB suntik 3 bulan
f)
Anjurkan ibu untuk
membawa bayinya ke bidan untuk dilakukan imunisasi
f.
Pelaksanaan
1) Tinjauan
teori
Pada langkah ini
rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah di uraikan pada langkah kelima
diaksanakan secara efisien dan aman.
2)
Tinjauan kasus
Kunjungan 6 jam postpartum
a)
Memberitahu
ibu tentang hasil pemeriksan bahwa kondisi ibu dalam keadaan baik berdasarkan
hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan secara head to toe.
b) Menjelaskan
mengenai keluhan yang ibu alami bahwa mulas yang ibu rasakan adalah normal
karena rahim mengecil kembali kebentuk asal sebelum hamil (involusi uteri).
c) Menganjurkan
ibu untuk meminum terapi obat yang telah diberikan yaitu etabion 1x1,
paracetamol 3x1, amoxilin 3x1, vit A 200.000 IU 2 kapsul, kapsul pertama
diminum segera setelah melahirkan dan
kapsul berikutnya diminum dengan jarak 24 jam kemudian.
d) Mengajarkan
kepada ibu dan keluarga cara pencegahan perdarahan dengan cara meletakkan
tangan diatas perut ibu lalu putar sebanyak 15 kali selama 15 detik agar perut
ibu tetap keras dan apabila perut ibu terasa lembek menganjurkan kepada
keluarga untuk segera memberitahu bidan
e) Memberitahu
ibu untuk menjaga personal hygiene dengan mandi 2 kali sehari, mengganti pakaian
sehari 2 kali dan membersihkan alat genetalia dengan air bersih dan mengalir
dengan cara cebok dari depan kebelakang
f) Melakukan
rawat gabung antara ibu dan bayinya dalam satu kamar agar terjalin ikatan batin
antara ibu dan bayi (bounding attachment)
g) Mengajarkan
kepada ibu untuk segera mungkin menyusui bayinya untuk meningkatkan produksi
ASI sampai bayi berusia 6 bulan tanpa diberi makanan tambahan apapun, setelah 6
bulan dapat ditambah dengan makanan pendamping ASI.
h) Melakukan
perawatan luka perinum dengan cara yaitu dengan cara meletakkan perlak dibawah
bokong ibu, lepaskan pakaian dalam ibu
siapkan kapas dan air DTT kemudian cuci tangan dengan air bersih dan
mengalir kemudian pakai handscoon, bersihkan dari Anogenetal ibu dari bagian
labiya mayora terjauh, mayora terdekat, minora terjauh, minora terdekat, dan
vestibulum sampai ke anus menggunakan kapas
serta lihat luka jahitan ibu kemudian pakaikan celana dalam ibu ,
lepaskan handscon serta cuci tangan kembali.
i) Mengajarkan ibu cara perawatan luka perineum yaitu mencuci tangan dan menyiapkan air hangat,
buang pembalut yang telah penuh dengan gerakan kebawah mengarah ke rectum dan
letakkan pembalut kedalam kantung plastik, setelah BAB dan BAK semprotkan
keseluruh perinium dengan air, keringkan menggunakan tissue dengan cara di dep
dari depan ke belakang, pasang pembalut kembali dari depan kebelakang, lakukan
evaluasi hasil perawatan adalah perinium tidak lembab, posisi pembalut tepat,
dan ibu merasa nyaman.
j) Memberitahu
kepada ibu tentang cara merwat tali pusat yaitu mengganti kassa setiap habis
mandi, setiap lembab dengan kasa steril dan tidak memberikan sesuatu apapun
pada tali pusat.
k) Menganjurkan
ibu untuk melakukan kunjungan ulang pada tanggal 4 april 2019
Kunjungan 6 hari postpartuum
a) Memberitahu ibu tentang hasil
pemeriksaan ibu dalam keadaan baik dengan melakukan pemeriksaan head to toe
b) Memastikan ibu mendapat cukup makanan
dan minuman dengan cara menanyakan makanan yang dikonsumsi ibu sehari-hari,
serta istirahat yang cukup dengan menanyakan pola istirahat ibu
c) Memeriksa luka jahitan pada ibu apakah
mengeluarkan cairan yang berbau busuk atau tidak, nyeri pada luka dan melihat
apakah jahitan masih lembab atau sudah mengering dan ingatkan ibu untuk selalu
melakukan perawatan luka perinium agar tidak terjadi infeksi
d) Memastikan apakah ibu mengalami
kesulitan saat menyussui, tanda-tanda bahaya masa nifas seperti perdarahan
setelah melahirkan, sakit kepala yang hebat, penglihatan kabur, subinvolusi
uterus, tromboflebitis, depresi setelah persalinan atau peyulit lainnya dengan
melakukan pemeriksaan pada bagian payudara dan anogenital
e) Memberitahu ibu untuk menjaga personal
hygiene dengan mandi 2 kali sehari,
mengganti pakaian sehari 2 kali dan membersihkan alat genetalia dengan air
bersih dan mengalir dengan cara cebok dari depan kebelakang
f) Mengingatkan ibu kembali tanda bahaya
masa nifas yaitu demam, infeksi, dan perdarahan abnormal
g) Mengkaji ibu tentang perawatan tali
pusat
h) Menganjurkan ibu untuk melakukan
kunjungan ulang ke tenaga kesehatan atau bidan 1 minggu kemudian pada
tanggal 12 april 2019
atau jika ibu mengalami keluhan
Kunjungan 2 Minggu post partum
a)
Memberitahu ibu tentang
hasil pemeriksaan ibu dalam keadaan baik
dengan melakukan pemeriksaan head to toe
b)
Mengevaluasi luka jahitan. apakah berbau atau
nyeri dan melihat apakah luka jahitan masih lembab atau sudak mengering
c)
Memastikan
rahim ibu sudah kembali normal dengan melakukan palpasi pada perut ibu untuk
mengetahui TFU ibu
d)
Mengevaluasi ibu
tetap memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan langsung menanyakan makanan yang ibu
konsumsi apakah mengandung karbohidrat, protein, dan sayuran hijau
e)
Mengevaluasi apakah ibu
mengalami tanda-tanda bahaya masa nifas dengan menanyakan keluhan ibu dan
melakukan pemeriksaan paa bagian payudara dan anogenital
f)
Mengevaluasi keadaan tali pusat bayi apakah sudah puput
atau belum dan menilai ada tidaknya infeksi
g)
Menganjurkan ibu untuk
melakukan kunjungan ulang ke tenaga kesehatan terdekat atau bidan empat minggu
yang akan datang pada tanggal 10 Mei
2019 atau jika merasakan adanya keluhan
Kunjungan
6 minggu post partum
a)
Memberitahu ibu tentang
hasil pemeriksaan ibu dalam keadaan baik
dengan melakukan pemeriksaan head to
toe.
b)
Mengevaluasi luka
jahitan apakah berbau atau nyeri dan melihat apakah luka jahitan masih lembab
atau sudak mengering
c)
memastikan
rahim ibu sudah kembai normal dengan melakukan palpasi pada perut ibu untuk
mengetahui TFU ibu
d)
memberikan konseling
kepada ibu tentang macam-macam KB untuk ibu masa nifas, manfaat KB, keuntungan
dan Kerugian KB
e)
Memberikan
konseling Tentang KB 3 bulan
f)
Pengertian KB suntik 3 bulan yaitu KB ini mengandung hormon progesteron ynag mana cocok di gunakan untuk
ibu yang menyusui karena KB ini tidak menekan produksi ASI
g)
Keuntungannya
1)
Sangat efektif
2)
Pencegahan
kehamilan jangka panjang
3)
Tidak mempengaruhi
produksi Asi
4) Tidak mengganggu hubungan seks
h)
Kerugian
1)
Mengganggu siklus
haid
2)
terjadi
keterlambatan kesuburan setelah
penghentian pemakaian ketergantungan
i)
Waktu pemakaian
1)
Hari ke 1 sampai ke
7 saat haid
2)
Saat pertama penggunaan 7 hari tidak melakukan hubungan
seksual atau menggunakan alat kontrasepsi tambahan ( Alkon
j)
Menganjurkan ibu untuk
membawa bayinya ke bidan untuk dilakukan imunisasi
g.
Evaluasi
1) Tinjauan
teori
Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dari
asuhan yang sudah diberikan secara efektif dan efisien.
2) Tinjauan
kasus
Kunjungan 6 jam postpartum
a) Ibu
mengerti hasil pemeriksaan
b) Ibu
mengerti bahwa keluhannya normal
c) Ibu
bersedia untuk meminum obat
d) Ibu
dan keluarga mengerti tentang pencegahan perdarahan
e) Ibu
mengerti cara menjaga personal hygiene yang benar
f) Sudah
dilakukan rawat gabung antara ibu dan bayi
g) Ibu
sudah menyusui bayinya
h) Sudah
dilakukan perawatan perinium.
i)
Ibu sudah mengerti perawatan luka perinium.
j)
Ibu mengerti cara
perawatan tali pusat
k) Ibu
bersedia untuk melakukan kunjungan ulang pada tanggal 4 april 2019
Kunjungan 6 hari postpartum
a) Ibu
tahu hasil pemeriksaan
b) Ibu
sudah mendapat cukup makanan dan minuman yaitu nasi, telur, ikan, sayur-sayuran hijau serta cukup istirahat dengan tidur malam 7-8 jam
dan tidur siang 1-2 jam
c) Luka
jahitan tidak berbau busuk, tidak nyeri dan luka jahitan masih sedikit lembab.
d) Ibu
tidak mengalami kesulitan saat menyusui dan tidak ada tanda-tanda bahaya masa
nifas atau penyulit lainnya.
e) Ibu
mengerti cara menjaga personal hygiene
f) Ibu
sudah mengerti tanda bahaya masa nifas dan akan segera ke tenaga kesehatan jika
ada keluhan.
g) Tali
pusat sudah puput
h) Ibu
bersedia kunjungan ulang
Kunjungan 2 minggu postpartum
a) Ibu
sudah mengetahui hasi pemeriksaan
b) Luka
jahitan tidak berbau dan tidak nyeri dan luka jahitan sudah kering.
c) TFU
tidak teraba diatas simpisis berarti rahim dalam keadaan baik
d) Ibu
sudah mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat,
protein, dan sayuran hijau
e) Ibu
tidak merasakan adanya keluhan selama masa nifas
f) Talli
pusat bayi sudah puput pada hari ke lima
post partum dan tidak ada tanda-tanda infeksi
g) Ibu
bersedia untuk melakukan kunjungan ulang
Kunjungan 6
minggu postpartum
a) Ibu
mengerti tentang kondisinya saat ini
b) Luka
jahitan sudah kembali normal
c) Didapat
TFU bertambah kecil berarti rahim ibu dalam keadaan baik
d) Ibu
mengerti tentang KB dan ibu ingin
menggunakan KB suntik 3 bulan
e) Ibu sudah mengerti
tentang KB 3 bulan
f) Ibu
bersedia untuk membawa bayinya ke bidan untuk dilakukan imunisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar