Minggu, 01 Desember 2019

BAB V


BAB V
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Setelah dilakukan Asuhan Kebidanan Continuity of care pada ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan KB terhadap Ny. M umur 27 tahun usia kehamilan 32 minggu 2 hari dimulai dari tanggal 25 Januari 2019 dilakukan kunjungan ANC pertama sampai tanggal 10 Mei 2019 dilakukan kunjungan nifas 6 minggu, maka dapat disimpulkan:
1           Pada kasus ini penulis mampu melakukan pengumpulan data subjektif terhadap Ny.M umur 27 tahun usia kehamilan 32 minggu 2 hari di PMB Usmalanah Saddam, Amd.Keb Bandar Lampung Tahun 2019.  
2           Pada kasus ini penulis mampu melakukan pengumpulan data objektif terhadap  Ny.M umur 27 tahun usia kehamilan 32 minggu 2 hari  di PMB Usmalanah Saddam, Amd.Keb Bandar Lampung Tahun 2019. Dimana hasil pemeriksaan didapatkan terdapat luka perineum derajat 2 karena tindakan episiotomi.
3           Pada kasus ini penulis mampu melakukan analisa data terhadap Ny.M umur 27 tahun usia kehamilan 32 minggu 2 hari dan Ny.M  mengalami luka perineum derajat 2.
4           Pada kasus ini penulis mampu melakukan penatalaksanaan terhadap Ny.M yaitu Ny.M mengalami luka perineum dilakukan asuhan berupa perawatan luka perineum terhadap Ny.M yaitu memberikan penatalaksanaan khusus perineal bagi ibu untuk mencegah infeksi dan meningkatkan penyembuhan dengan cara mencuci tangan dan siapkan air hangat, membuang pembalut yang penuh dengan gerakan kebawah mengarah ke rektum dan letakkan pembalut dalam plastik, saat BAK dan BAB semprotkan dengan air hangat keseluruh perinium, keringkan menggunakan tissue dari depan kebelakang dan memasang kembali pembalut dari depan kebelakang, setelah itu lakukan evaluasi hasil perawatan.
5           Dalam laporan tugas akhir ini saat melakukan asuhan  terhadap Ny.M  usia  27 tahun G2P1A0 usia kehamilan 32 minggu 2 hari terdapat kesenjangan antara teori dan kasus dimana menurut teori kebutuhan istirahat tidur 6-8 jam. Sedangkan pada kasus didapatkan gangguan tidur yatu Ny.M hanya tidur 5 jam dalam sehari.

B.       Saran
1           Bagi Peneliti
Diharapkan dapat sebagai masukan untuk dapat meningkatkan wawasan dan Pengetahuan mahasiswa dalam memberikan asuhan kebidanan secara berkesinambungan atau Continuity of care serta untuk pelayanan Ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas dan KB.
2           Bagi pasien dan masyarakat
     Diharapkan pasien mendapatkan asuhan kebidanan continuity of care yang sesuai dengan standar pelayanan kebidanan. Jika terjadi komplikasi pada ibu akan segera diketahui secara dini. Masyarakat juga akan merasa aman dan nyaman dalam menerima asuhan.

DAFTAR PUSTAKA


Antini A, Trisnawati I, Darwanti J. Efektivitas Senam Kegel Terhadap Waktu Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Post Partum Normal. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes. 2016;7(4):

Astuti S, Indrasusanti A, Nurparidah R. Asuhan Ibu Dalam Masa Kehamilan.        Jakarta: Erlangga; 2017.

Aisya M, Usman S, Dali R. Efektifitas Konsumsi Putih Telur Rebus Terhadap Proses Penyembuhan Luka Perenium Di Wilayah Puskesmas Pulubala Kab Gorontalo. Jurnal Ilmiah Umum Dan Kesehatan.2018;3(1):

Damarini S, Eliana, Mariati. Efektivitas Sirih Merah dalam Perawatan Luka
Perineum di Bidan Praktik Mandiri. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional.2013;8(1):

Darmawanti, Sastra I. Hubungan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka Dengan Lama Penyembuhan Luka Perineum Ibu Nifas. Idea Nursing Journal.2013;2(3):

Dewi Vnl. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas. Jakarta: Salemba Medika; 2014.

Dewi VNL. Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita. Jakarta: Salemba Medika;      2014.

Hidayat AAA. Metode Penelitian Kebidanan Dan Teknik Analisis Data. Jakarta:    Salemba Medika; 2014.

Kamariyah N, Anggasari Y, Muflihah S. Buku Ajar Kehamilan, Jakarta: Salemba   Medika; 2014.

Lestari P, Fatimah. Pijat Perenium.Yogyakarta:Pustaka baru press;2019

Manuaba IAC. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan KB. Jakarta: EGC;         2014.

Marmi. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar; 2017.

Maternity. Asuhan Kebidanan Patologis. Tangerang: Binarupa Aksara; 2016.

Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2014.

Nurhayati. Konsep Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika; 2013.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2017.

Prawirohardjo S. Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka; 2016.

Profil Kesehatan Provinsi Lampung Tahun 2015
Profil Kesehatan indonesia 2014
Profil ksehatan indonesia 2015
Rukiyah Ay. Asuhan Kebidanan 4 Patologi Jakarta: TIM; 2014.

Sondakh jjs. Asuhan Kebidanan Persalinan Dan Bayi Baru Lahir. Jakarta:             Erlangga; 2013.

Sugiyono Pd. Metodelogi Kebidanan. Jakarta: Alfabet; 2017.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&d. Bandung:     Alfabeta; 2016

Sulistyawati A. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin. Jakarta: Salemba Medika;   2013.

Sulistyawati A. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta: Salemba         Medika; 2014.

Sulistyawati a. Pelayanan KB. Jakarta: Salemba Medika; 2014.

Susanti s. Etikolegal Dalam Praktik Kebidanan. Jakarta: TIM; 2015.


Yuliaswati E, Kamidah. Upaya Mempercepat Penyembuhan Luka Perenium dengan Penggunaan Air Rebusan Daun Sirih Hijau. Indonesian journal on medical science.2018;5(1):

BAB IV Pembahasan



Tgl/ jam kunjungan
Pengkajian
Diagnosis masalah dan kebutuhan
Identifikasi diagnosis dan masalah potensial
Antisipasi tindakan segera
Intervensi
Implementasi
Evaluasi
10/5/2019
Pukul : 15.30 WIB
Data subjektif:
1.  Ibu mengatakan tidak ada keluhan yang  ia rasakan
2.  Ibu mengatakan ingin menggunakan kontrasepsi


Data objektif :
1.  Ibu sudah melahirkan tanggal 29 maret  2019

2.  Keadaan umum : baik

3.  TTV
     TD:110/80 mmHg
     Nadi:83x/ menit
     Penapasan:20 x/ menit
     Suhu: 37,0°C
4.  Pengeluaran ASI matur lancar

5.  Pemeriksaan abdomen didapatkan TFU tidak teraba

6.  Pemeriksaan anogenital tidak ada tanda-tanda infeksi
Diagnosa : Ny. M umur 27  tahun P2A0AH2 6 minggu postpartum

DS:
1.       Ibu mengatakan tidak ada keluhan yang ia rasakan
2.       Ibu mengatakan ingin menggunakan kontrasepsi
DO:
1.       Ibu sudah melahirkan tanggal  29  maret 2019
2.       Keadaan umum: baik

3.       TTV
TD:110/80 mmHg
Nadi:83x/ menit\
Penapasan:20x/ menit
Suhu: 37,0°C
4.          Pengeluaran ASI matur lancar
5.       Pemeriksaan abdomen didapatkan TFU bertambah kecil
6.       Pemeriksaan anogenital tidak ada tanda-tanda infeksi


Masalah : tidak ada

Kebutuhan : Asuhan  6 minggu postpartum
Tidak ada
Tidak ada
1.     jelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan


2.     Evaluasi luka jahitan ibu.




3.     Pastikan rahim ibu sudah kembali normal.

4.     Berikan ibu konseling secara dini tentang KB


5.     Berikan konseling tentang KB suntik 3 bulan.





































6.     anjurkan ibu untuk membawa bayinya ke bidan untuk dilakukan imunisasi



1.     Memberitahu ibu tentang hasil pemeriksaan ibu dalam keadaan baik dengan melakukan  pemeriksaan head to toe.

2.     Mengevaluasi luka jahitan apakah berbau atau nyeri dan melihat apakah luka jahitan masih lembab atau sudak mengering

3.     memastikan rahim ibu sudah kembai normal dengan melakukan palpasi pada perut ibu untuk mengetahui TFU ibu

4.     Memberikan  konseling kepada ibu tentang macam-macam KB untuk ibu masa nifas, manfaat KB, keuntungan dan Kerugian KB

5.     Memberikan konseling  Tentang KB 3 bulan
Pengertian KB suntik 3 bulan yaitu KB ini mengandung hormon  progesteron yang mana cocok di gunakan untuk ibu yang menyusui karena KB ini tidak menekan produksi ASI
a.     Keuntungannya
1)    Sangat efektif
2)    pencegahan kehamilan jangka panjang
3)    Tidak mempengaruhi produksi Asi
4)    Tidak mengganggu hubungan seks
b.     Kerugian
1)    Mengganggu siklus haid
2)    Terjadi keterlambatan kesuburan setelah  penghentian pemakaian
3)    Ketergantungan
c.     Waktu pemakaian
1)   H1) hari ke 1 sampai ke 7 saat haid
2) Saat pertama  penggunaan 7 hari tidak melakukan hubungan seksual atau menggunakan alat kontrasepsi tambahan ( Alkon
1.        
6.     menganjurkan ibu untuk membawa bayinya ke bidan untuk dilakukan imunisasi



1.     Ibu mengerti tentang kondisinya saat ini




2.     Luka jahitan sudah kembali normal




3.     Didapat TFU bertambah kecil berarti rahim ibu dalam keadaan baik


4.     Ibu mengerti tentang KB dan ibu ingin  menggunakan  KB suntik 3 bulan.



5.     Ibu sudah mengerti  tentang KB 3 bulan
dan berencana akan menggunakan KB suntik 3 bulan.




































6.     Ibu bersedia untuk membawa bayinya ke bidan untuk dilakukan imunisasi.




C.    Pembahasan
Dalam studi kasus continuity of care ini penulis akan membahas tentang manajemen Asuhan Kebidanan Continuity of Care dimulai sejak kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir pada Ny.M G2P1A0 yang diakukan mulai tanggal 25 januari 2019 sampai dengan 10 mei 2019 di PMB Usmalanah saddam., Amd.keb  menggunakan pendokumentasian 7 langkah varney dan SOAP. Setelah penulis melakukan asuhan Kebidanan Continuity of Care ditemukan hasil sebagai berikut :
1.     Kehamilan
a.      Pengkajian
Pada pengkajian yang dilakukan untuk mengumpulkan data dasar tentang keadaan pasien pada Ny.M umur 27 tahun G2P1A0 usia kehamilan 32 minggu 2 hari.
Data subjektif
1)      Nama
a)      Tinjauan teori
Selain sebagai identitas, upayakan agar bidan memanggil dengan nama panggilan sehingga hubungan komunikasi antara bidan dan pasien menjadi lebih akrab.
b)      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini pasien bernama Ny.M


c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan, karena nama pasien dikaji dengan jelas dan lengkap sesuai dengan teori yaitu untuk komunikasi antara bidan dan klien menjadi lebih akrab.
2)      Umur
a)      Tinjauan teori
Data ini ditanyakan untuk menentukan apakah ibu dalam persalinan beresiko karena usia atau tidak.  
b)      Tinjauan kasus
Umur Ny M adalah 27 tahun.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus terdapat kesenjangan, karena Ny.M berusia 27  tahun dan berdasarkan teori Ny.M tidak termasuk kedalam faktor resiko.
3)      Agama
a)      Tinjauan teori
Sebagai dasar bidan dalam memberikan dukungan mental dan spiritual terhadap pasien dan keluarga sebelum dan pada saat persalinan.
b)      Tinjauan kasus
Agama Ny.M adalah Islam.

c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan, karena Ny.M beragama Islam dan Ny.M berdoa serta beribadah sesuai kepercayaan yang di anut.
4)      Suku/bangsa
a)      Tinjauan teori
Data ini berhubungan dengan sosial budaya yang dianut oleh pasien dan keluarga yang berkaitan dengan persalinan.
b)      Tinjauan kasus
Suku Ny.M  jawa dan berkebangsaan Indonesia.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena adat yang ada di dalam keluarga tersebut tidak mempengaruhi kesehatan Ny.M
5)      Pendidikan terakhir
a)      Tinjauan teori
Untuk menentukan metode yang paling tepat dalam penyampaian informasi mengenai teknik melahirkan bayi.
b)      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini pendidikan Ny.M adalah SMA.
c)      Pembahasan
Tidak terdapat kesenjangan antara tinjauan teori dan tinjauan kasus karena Ny.M pendidikan terakhirnya adalah SMA dan ibu dapat menerima dan mengerti informasi dengan baik.
6)      Pekerjaan
a)      Tinjauan teori
Data ini menggambarkan tingkat sosial ekonomi, pola sosialisasi, dan data pendukung dalam menentukan pola komunikasi yang akan dipilih selama asuhan.
b)      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini pekerjaan Ny.M Sebagai ibu rumah tangga dan pekerjaan suami bekerja sebagai wiraswata.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdpat kesenjangan, karena Ny.M bekerja sebagai ibu rumah tangga, dan suami bekerja sebagai pedagang yang ekonominya termasuk ke dalam ekonomi golongan menengah dan tidak termasuk kedalam pekerjaan yang berat.
7)      Alamat
a)      Tinjauan teori
Untuk memberikan gambaran mengenai jarak dan waktu yang ditempuh pasien menuju lokasi persalinan.
b)      Tinjauan kasus
Ny.M beralamat di gg. persatuan labuhan dalam,tanjung senang  kota Bandar Lampung
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan, karena alamat Ny.M jelas dan lengkap yaitu Ny.M bertempat tinggal di gg. persatuan labuhan dalam,tanjung senang  kota Bandar Lampung.
8)      Keluhan utama
a)      Tinjauan teori
Keluhan utama ditanyakan untuk mengetahui alasan pasien datang ke fasilitas pelayanan kesehatan.
b)      Tinjauan kasus
Pada kunjungan pertama, kedua Ny.M mengatakan tidak ada keluhan  pada kunjungan pertama, kedua dan ketiga. 
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terjadi kesenjangan karena penulis telah melakukan anamnesa sehingga mengetahui bahwa yang dialami Ny.M dalam keadaan fisiologis.
9)      Riwayat kebidanan
1.      Menstruasi
d.      Menarche
1)      Tinjauan teori
Menarche adalah usia pertama kali mengalami menstruasi. Untuk wanita indonesia pada usia sekitar 12-16 tahun.
2)      Tinjauan kasus
Ny. M pertama kali menstruasi pada usia 14 tahun.

3)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terjadi kesenjangan karena Ny.M pertama kali menstruasi pada usia 14 tahun.
e.       Siklus
1)      Tinjauan teori
Siklus menstruasi adalah jarak antara menstruasi yang dialami dengan menstruasi berikutnya dalam hitungan hari, biasanya sekitar 22-32 hari.
2)      Tinjauan kasus
Siklus menstruasi yang dialami Ny.M adalah 28 hari.
3)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terjadi kesenjangan karena siklus menstruasi yang dialami Ny.M  adalah 28 hari.
f.       Keluhan
1)      Tinjauan teori
Beberapa wanita menyampaikan keluhan yang dirasakan ketika mengalami menstruasi misalnya sakit yang sangat pening sampai pingsan, atau jumlah darah yang banyak. Keluhan yang disampaikan oleh pasien dapat menunjuk kepada diagnosis tertentu.

2)      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini Ny.M tidak ada keluhan saat menstruasi.
3)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena pada saat menstruasi Ny. M  tidak ada keluhan.
g.      Volume
1)      Tinjauan teori
Data ini menjelaskan seberapa banyak darah menstruasi yang dikeluarkan.
2)      Tinjauan kasus
Volume darah menstruasi Ny.M adalah 3-4 kali ganti pembalut perhari.
3)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena Ny.M  mengganti pembalut saat terasa sudah penuh yaitu 3-4 kali perhari.
10)  Gangguan kesehatan alat reproduksi
a)      Tinjauan teori
Data ini sangat penting untuk kita gali karena akan memberikan petunjuk bagi kita tentang organ reproduksinya. Beberapa data yang perlu kita gali dari pasien adalah apakah pasien pernah mengalami gangguan seperti keputihan, infeksi, gatal karena jamur, atau tumor.
b)      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini Ny. M mengatakan tidak mengalami gangguan kesehatan alat reproduksi seperti keputihan, infeksi, gatal karena jamur atau tumor.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terjadi kesenjangan karena Ny.M tidak mengalami gangguan alat reproduksi seperti keputihan, infeksi, gatal karena jamur atau tumor karena Ny.M selalu menjaga persona hygiene nya.
11)  Riwayat kehamilan, persalinan, nifas dan KB yang lalu
a)      Tinjauan teori
Untuk mengetahui apakah klien melahirkan secara spontan atau SC. Pada ibu nifas normal klien melahirkan spontan.
b)      Tinjauan kasus
Anak ke
Kehamilan
Persalinan
Nifas
KB
Usia kehamilan
Penyulit
Penolong
Jenis persalinan
BB bayi
Penyulit
Komplikasi
Alat kontrasepsi
1
 39 mg
Tidak ada
Bidan
Spontan
3.500gr
Tidak ada
Tidak ada
Suntik KB 3 bulan

c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena Ny.M sudah hamil yang kedua kalinya.

12)  Riwayat kesehatan
a)      Tinjauan teori
Beberapa data penting tentang riwayat kesehatan pasien yang perlu kita ketahui adalah apakah pasien pernah atau sedang menderita penyakit, seperti jantung, diabetes mellitus (DM), ginjal, hipertensi/hipotensi, dan hepatitis.
b)      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini Ny. M mengatakan tidak pernah mengalami penyakit degenertif (jantung, DM dan lain-lain), infeksi saluran kencing.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena Ny. M tidak mempunyai riwayat penyakit apapun.
13)  Status  perkawinan
a)      Tinjauan teori
Data ini penting untuk dikaji karena dari data ini kita akan mendapatkan gambaran mengenai suasana rumah tangga pasangan.
b)      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini Ny.M mengatakan usia nikah pertama kali adalah 20 tahun, status pernikahan sah, lama pernikahan 7 tahun dan ini suami yang pertama.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan anamnesa sesuai teori yang ada.
14)  Pola makan
a)      Tinjauan teori
Data ini penting untuk diketahui agar bisa mendapatkan gambaran bagaimana pasien mencukupi asupan gizinya selama hamil sampai dengan masa awal persalinan.
b)      Tinjauan kasus
Pada kunjungan pertama, kedua dan ketiga Ny. M mengatakan dalam sehari ibu mengonsumsi nasi, sayur, lauk dan pauk, frekuensi 3 kali sehari, dengan jumlah 1 porsi  dan tidak ada makanan pantangan.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena Ny.M pola makannya sudah memenuhi kebutuhan selama kehamilan.
15)  Pola minum
a)      Tinjauan teori
Kita juga harus dapat memperoleh data dari kebiasaan pasien dalam memenuhi kebutuhan cairannya. Apalagi dalam masa hamil asupan cairan yang cukup sangat dibutuhkan.
b)      Tinjauan kasus
Pada kunjungan pertama, kedua dan ketiga, Ny.M mengatakan dalam sehari ibu minum 7-8 gelas air putih.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena Ny.M sudah memenuhi kebutuhan cairannya yaitu dalam sehari minum 7-8 gelas perhari.
16)  Pola istirahat
a)      Tinjauan teori
Istirahat malam  hari rata-rata lama tidur malam hari yang normal adalah 6-8 jam.
Istirahat siang hari tidak semua wanita mempunyai kebiasaan tidur siang. Oleh karena itu, hal ini dapat kita sampaikan kepada ibu bahwa tidur siang sangat penting untuk menjaga kesehatan selama hamil. 
b)      Tinjauan kasus
Kunjungan ANC I : 4 jam pada malam hari, 1 jam pada siang hari
Kunjungan ANC II :7 jam pada malam hari, 1 jam pada siang hari
Kunjungan ANC III :7 jam pada malam hari, 1 jam pada siang hari

c)      Pembahasan
Pada tinjauan teori dan tinjauan kasus terdapat kesenjangan karena penulis telah melakukan anamnesa pada kunjungan ANC I sehingga mengetahui bahwa dalam kasus Ny.M pola istirahat malam hari 4 jam dan siang hari 1 jam, Ny.M mengalami gangguan tidur dikarenakan sering kencing.
17)  Aktivitas sehari-hari
a)      Tinjauan teori
Kita perlu mengkaji aktivitas sehari-hari pasien karena data ini memberikan gambaran tentang seberapa berat aktivitas yang biasa dilakukan pasien di rumah.
b)      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini Ny.M mengatakan aktivitas sehari-hari nya dirumah hanya sebagai ibu rumah tangga yang melakukan aktivitas ringan seperti mencuci, memasak dan menyapu.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena Ny.M sehari-hari sebagai ibu rumah tangga yang melakukan aktivitas ringan dan tidak mengganggu kehamilannya.



18)  Personal hygiene
a)      Tinjauan teori
(1)   Mandi
Kita dapat menanyakan kepada pasien berapa kali ia mandi dalam sehari dan kapan  waktunya (jam berapa mandi pagi dan sore)
(2)   Keramas
Pada beberapa wanita ada yang kurang peduli dengan kebersihan rambutnya karena mereka beranggapan keramas tidak begitu berpengaruh terhadap kesehatannya.
(3)   Ganti baju dan celana dalam
Ganti baju minimal sekali dalam sehari, sedangkan celana dalam minimal dua kali.
(4)   Kebersihan kuku
Kuku ibu hamil harus selalu dalam keadaan pendek dan bersih.
b)      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini Ny.M mengatakan mandi 2 kali dalam sehari yaitu pagi dan sore, keramas 1 kali per hari, ganti baju 1 kali perhari dan ganti celana dalam  setiap mandi dan ketika terasa lembab.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena peneliti telah melakukan anamnesa sehingga mengetahui bahwa dalam kasus Ny.M mandi 2 kali dalam sehari yaitu pagi dan sore, keramas 1 kali per hari, ganti baju 1 kali perhari dan ganti celana dalam  setiap mandi dan ketika terasa lembab.
19)  Aktivitas seksual
a)      Tinjauan teori
Walaupun ini adalah hal yang cukup privasi bagi pasien, namun bidan harus menggali data dari kebiasaan ini, karena terjadi beberapa kasus keluhan dalam aktivitas seksual yang cukup mengganggu pasien namun ia tidak tahu ke mana harus berkonsultasi.
b)      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini Ny.M mengatakan berhubungan seksual 1 kali dalam seminggu.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenajangan karena peniliti sudah melakukan anamnesa sehingga mengetahui bahwa dalam kasus Ny.M berhubungan seksual sekali dalam seminggu.
Data Objektif
1)      Keadaan umum
a)      Tinjauan teori
Untuk megetahui data ini kita cukup dengan mengamati keadaan pasien secara keseluruhan.
b)      Tinjauan kasus
Kunjungan I                    : Baik
Kunjungan II                   : Baik
Kunjungan III                 : Baik
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan teori kasus tidak terdapat kesenjangan karena peneliti sudah melakukan anamnesa terhadap Ny.M dan respons yang diberikan baik terhadap lingkungan dan orang lain.
2)      Kesadaran
a)      Tinjauan teori
Untuk mendapatkan gambaran tentang kesadaran pasien, kita dapat melakukan pengkajian tingkat kesadaran mulai dari keadaan composmentis (kesadaran maksimal) sampai dengan koma (pasien tidak dalam keadaan sadar).
b)      Tinjauan kasus
Kunjungan I       : Composmentis
Kunjungan II     : Composmentis
Kunjungan III    : Composmentis
c)      Pembahasan
Bersadarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena peneliti sudah melakukan anamnesa terhadap Ny.M sehingga didapatkan hasil kesadaran Ny.M composmentis.
3)      Tanda-tanda vital
a)      Tinjauan teori
Rentang nilai normal tanda-tanda vital
Tekanan darah    : 110-120/70-80 mmHg
Nadi                   : 60-100 x/ menit        
Pernapasan         : 16-20 x/ menit
Suhu                   : 36,5o-37,5oC (Kamariyah dkk, 2014,                                      hal.51)
b)      Tinjauan kasus
Kunjungan I tekanan darah Ny.M 120/70 mmHg, nadi 86 kali permenit, pernapasan 23 x per menit, dan suhu 36,5ºc.
Kunjungan II tekanan darah Ny.M 110/70 mmHg, nadi 87 kali per menit, pernapasan 22 kali per menit, suhu 36,5oC
Kunjungan III tekanan darah Ny.M 110/70 mmHg, nadi 87 kali per menit, pernapasan 23 kali per menit, suhu 36,9oC
c)      Pembahasan
Bersadarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena peneliti sudah melakuan pemeriksaan dan tanda-tanda vital Ny.M dalam batas normal.
4)      Tinggi badan
a)      Tinjauan teori
Tinggi badan ibu hamil < 145 cm menunjukkan ukuran panggul yang kecil sehingga ibu beresiko melahirkan melalui operasi cesar.
b)      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini tinggi badan Ny.M adalah 160 cm.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena setelah dilakukan pengukuran tinggi badan Ny.M 160 cm yaitu normal.
5)      Berat badan
a)      Tinjauan teori
Nilai IMT mempunyai rentang sebagai berikut
Nilai IMT
KET
19,8 – 26,6
Normal
<19,8
Underweight
26,6 – 29,0
Overweight
>29,0
Obese

Anjuran pertambahan berat badan selama kehamilan
(1)   Total 12,5-17,5 kg untuk wanita yang memiliki berat badan normal.
(2)   14-20 kg untuk wanita yang memiliki berat badan kurang.
(3)   7,5-12,5 kg untuk wanita yang memiliki berat badan lebih.
b)      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini berat badan Ny.M sebelum hamil 60 kg, IMT 23,43
Pada kunjungan pertama berat badan Ny.M adalah 78 kg, IMT 30,46
Pada kunjungan kedua berat badan Ny.M adalah 79 kg, IMT 30,85
Pada kunjungan ketiga berat badan Ny.M  adalah 80 kg, IMT 31,25
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan kenaikan berat badan Ny.M yaitu sebelum hamil berat badan Ny.M 60 kg dan saat hamil  kg karena usia kehamilan masih 32 minggu 78 kg kemungkinan dapat terjadi perubahan sampai usia kehamilan aterm.
6)      Lingkar lengan atas (LILA)
a)      Tinjauan teori
Lingkar lengan atas diukur pada setengah panjang lengan nondominan, nilainya harus lebih dari 23,5 cm.
b)      Tinjauan kasus
Kunjungan I       : 33 cm
Kunjungan II     : tidak dilakukan pengkajian
Kunjungan III    : tidak dilakukan pengkajian
c)      Pembahasan
Bersadarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena setelah dilakukan pengukuran lingkar lengan atas Ny.M yaitu 33 cm.

7)      Head to toe
1.      Kepala
a)      Tinjauan teori
Rambut ( warna, kebersihan, mudah rontok atau tidak )
b)      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini rambut Ny.M lurus, warna hitam, bersih dan tidak mudah rontok.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjaun kasus tidak terdapat kesenjangan karena setelah dilakukan pemeriksaan rambut Ny.M lurus, warna hitam, bersih dan tidak mudah rontok.
2.      Mata
a)      Tinjauan teori
Konjungtiva, sklera dan kebersihan.
b)      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini mata Ny.M konjungtiva berwarna merah muda, sklera putih dan bersih.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjaun kasus tidak terdapat kesenjangan karena setelah dilakukan pemeriksaan mata Ny.M konjungtiva berwarna merah muda, sklera putih dan bersih.
3.      Hidung
a)      Tinjauan teori
Kebersihan dan polip
b)      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini hidung Ny.M bersih dan tidak ada pembembesaran polip.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena peneliti sudah melakukan pemeriksaan hidung Ny.M bersih dan tidak ada pembembesaran polip.
4.      Mulut
a)      Tinjauan teori
Bibir (warna dan integritas jaringan), lidah (warna dan kebersihan), gigi (kebersihan, karies, gangguan pada mulut)
b)      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini keadaan bibir Ny.M tidak pucat, lidah bersih, dan gigi tidak ada caries.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena peneliti sudah melakukan pemeriksaan bibir Ny.M tidak pucat, lidah bersih, dan gigi tidak ada caries.
5.      Telinga 
a)      Tinjauan teori
Kebersihan dan gangguan pendengaran
b)      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini telinga Ny.M bersih dan tidak mempunyai gangguan pendengaran.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena peneliti telah melakukan anamnesa yaitu keadaan telinga Ny.M bersih dan tidak ada gangguan pendengaran.
6.      Leher
a)      Tinjauan teori
Pembesaran kelenjar tiroid dan bendungan vena jugularis.
b)      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini Ny.M tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan bendungan vena jugularis.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena peneliti sudah melakukan pemeriksaan Ny.M tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan bendungan vena jugularis.

7.      Dada
a)      Tinjauan teori
Dada (simetris/tidak), payudara (Bentuk, hiperpig-mentasi areola payudara, nyeri atau tidak, kolostrum, keadaan puting, kebersihan.
b)      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini payudara Ny.M bentuknya simetris, terdapat hiperpigmentasi disekitar areola payudara dan puting, tidak ada rasa nyeri, kolostrum belum ada, keadaan puting menonjol, dan bersih. 
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena setelah dilakukan pemeriksaan keadaan payudara Ny.M normal.
8.      Abdomen
a)      Tinjauan teori
Bekas luka operasi, striae, linea.
b)      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini abdomen Ny.M tidak terdapat luka operasi, tidak terdapat striae dan linea.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena setelah dilakukan pemeriksaan keadaan abdomen Ny.M normal.
9.      TFU
a)      Tinjauan teori .
Usia Kehamilan (Minggu)
Tinggi Fundus Uteri (TFU)
12
3 jari diatas simpisis
16
Pertengahan pusat-simfisis
20
3 jari dibawah simfisis
24
Setinggi pusat
28
3 jari di atas pusat
32
Pertengahan pusat-prosesus xiphoideus (px)
36
3 jari dibawah prosesus xiphoideus
40
Pertengahan pusat- prosesus xiphoideus
b)      Tinjauan kasus
Kunjungan I :Usia kehamilan 32 minggu 2 hari  TFU pertengahan pusat- prosesus xiphoideus
Kunjungan II :Usia kehamilan 34 minggu 2 hari   TFU 3 jari di bawah prosesus xiphoideus
Kunjungan III :Usia kehamilan 35 minggu 2 hari TFU 3 jari di bawah prosesus xiphoideus
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena penambahan tinggi fundus uteri uterus ibu sudah sesuai dengan teori.
10.  Manuver leopold
a)      Tinjauan teori
Bertujuan untuk menentukan posisi janin melalui palpasi abdomen secara sistematis.
Pemeriksaan Leopold I   : digunakan untuk mengetahui bagian janin yang ada di fundus dan mengukur tinggi fundus uteri (TFU).
Pemeriksaan Leopold II : tujuan pemeriksaan leopold II adalah untuk menentukan bagian janin yang ada di samping kanan dan kiri perut ibu.
Pemeriksaan Leopold III     :tujuan pemeriksaan leopold III adalah untuk menentukan presentasi janin dan apakah sudah masuk pintu atas panggul atau belum.
Pemeriksaan Leopold IV     : tujuan pemeriksaan Leopold IV adalah untuk mengetahui seberapa bagian presentasi janin yang sudah masuk PAP. (Sulistyawati,2014,h.90-92)
b)      Tinjauan kasus
Kunjungan I
Leopold I          :  TFU pertengahan pusat dan Px, bagian    fundus ibu teraba bulat, lunak, yaitu            bokong janin. 
Leopold II         :  Bagian kanan perut ibu teraba keras,        memanjang seperti papan yaitu    punggung janin. Bagian kiri perut            teraba tonjolan-tonjolan kecil yaitu            ekstremitas janin.
Leopold III       :  Bagian terbawah perut ibu teraba             bulat, keras, dan tidak bias digerakkan   lagi yaitu kepala janin.
Leopold IV       :  Bagian terbawah belum masuk PAP        (konvergen)
Kunjungan II
Leopold I          :  TFU 3 jari dibawah px, fundus teraba      bokong janin
Leopold II         :  bagian kanan perut ibu teraba       punggung janin, bagian kiri peut ibu     teraba ekstremitas janin.
Leopold III       :  bagian terbawah perut ibu  teraba             kepala janin.
Leopold IV       :  Bagian terbawah belum  masuk PAP

Kunjungan II
Leopold I          :  TFU3 jari dibawah px, fundus teraba       bokong janin.
Leopold II         :  Kanan teraba punggung janin dan kiri      perut ibu teraba ekstremitas janin.
Leopold III       :  Bagian bawah perut ibu teraba kepala      janin.
Leopold IV       :  Kepala janin belum masuk PAP.

c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Ny.M tidak terdapat kesenjangan karena hasil pemeriksaan normal.
11.  Denyut jantung janin
a)      Tinjauan teori
Penilaian DJJ dilakukan pada akhir trimester I dan selanjutnya setiap kali kunjungan antenatal. Jika DJJ lambat (<120 denyut/menit) atau DJJ cepat (>160 denyut/menit), maka menunjukkan adanya gawat janin.
b)      Tinjauan kasus
Kunjungan I           : DJJ 140 x/menit
Kungjungan II       : DJJ 140 x/menit
Kunjungan III        : DJJ 142 x/menit
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena DJJ normal.
12.  Ekstremitas atas dan bawah
a)      Tinjauan teori
Untuk melihat tanda anemia pada kuku jari serta bengkak pada tangan dan kaki, refleks patella, serta varises.
b)      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini keadaan ekstremitas Ny.M tidak bengkak, reflek patella positif kanan dan kiri,  dan tidak ada varises.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus setelah dilakukan pemeriksaan pada ekstremitas Ny.M tidak terdapat kesenjangan karena hasil pemeriksaan ekstremitas Ny.M tidak bengkak, reflek patella positif kanan dan kiri, dan tidak ada varises.
13.  Genetalia
a)      Tinjauan teori
Skrining tanda dan gejala penyakit menular seksual.
b)      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini genetalia Ny.M tidak ada tanda-tanda penyakit menular seksual.
c)      Pembahasan
Pada kunjungan pertama, kedua dan ketiga genetalia Ny.M dalam keadaan normal, tidak ada tanda-tanda penyakit seperti infeksi, keputihan, keluar cairan, dan lain-lain.
14.  Punggung
a)      Tinjauan teori
Menilai keadaan tulang belakang dan nyeri ketuk.
b)      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini keadaan punggung Ny.M tidak ada kelainan tulaang belakang dan tidak ada nyeri ketuk.

c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus setalah dlakukan pemeriksaan tidak terdapat kesenjangan karena keadaan punggung Ny.M tidak ada kelainan tulaang belakang dan tidak ada nyeri ketuk.
15.  Anus
a)      Tinjauan teori
Hemoroid, kebersihan
b)      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini keadaan anus Ny.M tidak ada hemoroid dan bersih.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus setalah dlakukan pemeriksaan tidak terdapat kesenjangan karena keadaan anus Ny.M tidak ada hemoroid dan bersih.
Data penunjang
1)      Data Laboratorium
a)      Tinjauan teori
Hasil pemeriksaan Hb dengan sahli dapat di golongkan sebagai berikut.
Hb 11 g%                 : Tidak anemia
Hb 9-10 g%             :Anemia ringan
Hb 7-8 g%               :Anemia sedang
Hb <7 g%                 :Anemia berat
b)      Tinjauan kasus
Kunjungan I                   : 13,3 gr%
Kunjungan II                 : Tidak dilakukan pemerikaaan
Kunjungan III                : 13 gr%
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan kadar Hb dan didapatkan hasil kunjungan ANC I 13,3 gr% dan dalam batas normal.

b.      Interpretasi data dasar
Langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosis, masalah dan kebutuhan pasien berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan.
                                          1)      Diagnosis kebidanan
a)      Tinjauan teori
Dalam bagian ini yang disimpulkan oleh bidan antara lain paritas, usia kehamilan dalam minggu, keadaa janin, normal atau tidak normal.
b)      Tinjauan kasus
Kunjungan I : Ny. M umur 27 tahun G2P1A0 usia
kehamilan 32  minggu 2 hari .
Kunjungan II : Ny. M umur 27  tahun G2P1A0 usia
kehamilan 34 minggu 2 hari
Kunjungan III : Ny. M umur 27  tahun G2P1A0 usia
kehamilan 35 minggu 2 hari.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena diagnosa yang didapatkan berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan dari data subjektif dan data objektif.
                                          2)      Masalah
a)      Tinjaun teori
Masalah sering berhubungan dengan bagaimana wanita itu mengalami kenyataan terhadap diagnosisnya.
b)      Tinjauan kasus
Kunjungan I                 : Tidak ada
Kunjungan II              : Tidak ada
Kunjungan III             : Tidak ada
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus terdapat kesenjangan karena setelah dilakukan pemeriksaan pada Ny.M tidak terdapat masalah kebutuhan.
a)      Tinjauan teori
Dalam bagian ini bidan menentukan kebutuhan pasien berdasarkan keadaan dan masalahnya.

b)      Tinjauan kasus
Kunjungan I                : Tidak ada
Kunjungan II              : Tidak ada
Kunjungan III             : Tidak ada
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena setelah dilakukan pemeriksaan pada Ny.M tidak memerlukan kebutuhan

c.       Merumuskan diagnosis/Masalah potensial
1)      Tinjauan teori
Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau diagnosis potensial lain berdasarkan rangkaian masalah yang lain juga.
2)      Tinjauan kasus
Kunjungan I                      : Tidak ada
Kunjungan II                    : Tidak ada
Kunjungan III                   : Tidak ada
3)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena penulis telah melakukan pengkajian sehingga bidan mengetahui bahwa Ny.M tidak memiliki diagnosis dan masalah potensial yang akan terjadi.

d.      Mengidentifikasi dan menetapkan kebutuhan yang memerlukan penanganan segera
1)      Tinjauan teori
Dalam pelaksanaannya terkadang bidan dihadapkan pada beberapa situasi yang memerlukan penanganan segera (emergensi) di mana bidan harus segera melakukan tindakan untuk menyelamatkan pasien.
2)      Tinjauan kasus
Kunjungan I                      : Tidak ada
Kunjungan II                    : Tidak ada
Kunjungan III                   : Tidak ada
3)         Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena setelah dilakukan pemeriksaan Ny.M dalam keadaan normal dan tidak ada maslaah yang bersifat potensial jadi tidak dilakukan tindakan segera.

e.       Merencanakan asuhan kebidanan
1)      Tinjauan teori
Pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeluruh berdasarkan langkah sebelumnya. Semua perencanaan yang di buat harus berdasarkkan pertimbangan yang tepat, meliputi pengetahuan, teori yang up to date, perawatan berdasarkan bukti (evidance based care), serta di validasikan dengan asumsi mengenai apa yang diinginkan dan tidak di inginkan oleh pasien.
2)      Tinjauan kasus
Kunjungan I
(a)      Beritahu ibu tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.
(b)      Beritahu ibu tentang keluhan yang dirasakan saat ini dan cara penanganannya
(c)      Beritahu ibu tentang ketidaknyamanan TM III
(d)     Beritahu ibu tentang pola istirahat
(e)      Beritahu ibu tentang pola nutrisi
(f)       Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi tablet FE
(g)      Beritahu ibu tanda bahaya kehamilan Trimester III.
(h)      Anjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang
Kunjungan II
(a)      Beritahu ibu hasil pemeriksaan
(b)     Kaji ulang tentang keluhan ibu sebelumnya
(c)       Kaji ibu tentang tanda-tanda persalinan
(d)     Kaji  ibu tentang persiapan persalinan
(e)      Kaji ulang kebutuhan nutrisi ibu
(f)      Anjurkan ibu untuk tetap mengkonsumsi tablet Fe
(g)     Kaji ulang tentang pola istirahat ibu
(h)     Anjurkan ibu untuk kunjungan ulang satu minggu kemudian
Kunjungan III
(a)      Beritahu    ibu hasil pemeriksaan
(b)     Beritahu ibu tentang pola nutrisi
(c)      Beritahu ibu kembali tentang tanda bahaya kehamilan Trimester III
(d)     Kaji ulang ibu tentang tanda-tanda persalinan
(e)      Evaluasi  ibu tentang persiapan persalinan
(f)      Lakukan pemeriksaan kembali kadar Hb ibu
(g)     Anjurkan ibu kunjungan ulang
3)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena rencana yang di buat sesuai dengan teori yaitu perencanaan di buat berdasarkan pertimbangan yang tepat, meliputi pengetahuan, teori yang up to date, perawatan berdasarkan bukti (evidance based care), serta validasi dengan asumsi mengenai apa yang diinginkan dan tidak diinginkan oleh pasien.

f.       Penalaksanaan Asuhan Kebidanan
1)      Tinjauan teori
Pada langkah ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah kelima dilaksanakan secara efisien dan aman.

2)      Tinjauan kasus
Kunjungan I
a)        Memberitahu ibu tentang hasil pemeriksan bahwa kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik berdasarkan hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan secara head to toe.
b)         Memberitahu ibu bahwa keluhan yang dialami saat ini yaitu sering kencing merupakan hal yang fisiologis disebabkan tekanan pada kandung kemih karena pembesaran rahim atau kepala bayi yang turun ke rongga panggul sehingga dapat menyebabkan sering kencing pada malam hari, hal ini dapat diatasi dengan cara mengurangi minum setelah makan malam atau minimal 2 jam sebelum tidur, menghindari minum yang mengandung kafein, jangan mengurangi kebutuhan air minum (minimal 8 gelas/hari) perbanyak disiang hari dan lakukan senam kegel. Karena ibu sering kencing anjurkan ibu menjaga personal hygine dengan cara  cebok dari depan ke belakang dan mengganti celana dalam setiap lembab.
c)        Memberitahu ibu tentang ketidaknyamanan TM III diantaranya yaitu Cloasma, Morning sickness, Mengidam, panas perut, konstipasi, haemoroid, insomnia, kram otot betis, buang air kecil yang sering, keputihan, nyeri punggung, sesak nafas, dan mudah lelah.
d)       Memberitahu ibu tentang pola istirahat bahwa saat ini pola istirahat ibu saat ini hanya 4 jam tidur malam dan 1 jam tidur siang. Pola istirahat yang cukup yaitu tidur malam 7-8 jam dan tidur siang 1-2 jam serta istirahat ketika lelah.
e)        Memberitahu ibu tentang pola nutrisi yaitu makan dengan makanan yang bergizi seimbang yaitu mencukupi kebutuhan ibu seperti karbohidrat (nasi, kentang, roti ) protein (ayam, telur, daging) sayuran hijau dan juga vitamin untuk kesejahteraan ibu dan janin.
f)         Menganjurkan ibu untuk tetap mengkonsumsi tablet FE untuk mencegah terjadinya anemia, diminum pada malam hari untuk menghindari rasa mual dan dianjurkan untuk meminumnya bersamaan dengan Vit C agar lebih cepat dalam penyerapannya. Hindari minum teh dan susu saat minum tablet Fe karna dapat memperlambat prses penyerapannya. Serta menjelaskan efek samping mengkonsumsi tablet Fe yaitu mual, feses menjadi berwarna lebih gelap, keras, dan air kencing menjadi lebih pekat.
g)        Memberitahu ibu tanda bahaya kehamilan Trimester III yaitu perdarahan pervagina, sakit kepala hebat, masalah penglihatan, bengkak pada muka dan tangan, nyeri abdomen yang hebat serta bayi kurang bergerak seperti biasa. Dan memberitahu ibu untuk ketenaga kesehatan terdekat jika terdapat salah satu tanda tersebut.
h)        Menganjurkan ibu untuk kunjungan ulang 2 minggu kemudian pada tanggal 8 februari 2019
Kunjungan II
(a)      Memberitahu ibu hasil pemeriksaan yaitu ibu dalam keadaan baik
(b)     Mengkaji ulang tentang keluhan ibu sebelumnya yaitu sering kencing
(c)      Mengkaji ibu tentang tanda-tanda persalinan
(d)     Mengkaji ibu tentang persiapan persalinan.
(e)      Mengkaji ulang kebutuhan  nutrisi ibu.
(f)      Menganjurkan ibu untuk tetap mengkonsumsi tablet Fe di malam hari secara rutin untuk memenuhi kebutuhan zat besi selama hamil
(g)     Mengkaji ulang tentang pola istirahat ibu
(h)     Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang satu minggu kemudian yaitu pada tanggal 15 februari 2019 atau jika ada keluhan sebelum satu minggu kemudian ibu diperbolehkan melakukan kunjungan ulang
Kunjungan III
(a)      Memberitahu ibu bahwa kondisinya baik dengan hasil pemeriksaan
(b)      Memberitahu ibu tentang pola nutrisi yaitu ibu makan makanan yang berimbang yaitu karbohidrat, protein, sayuran  mineral dan vitamin
(c)      Memberitahu ibu kembali tanda bahaya kehamilan Trimester III, yaitu perdarahan pervagina, sakit kepala hebat, masalah penglihatan, bengkak pada muka dan tangan, nyeri abdomen yang hebat, bayi kurang bergerak seperti biasa
(d)     Mengkaji ulang ibu tentang tanda-tanda persalinan yaitu pinggang terasa sakit dan menjalar ke depan, pengeluaran lendir dengan darah, pengeluaran cairan ketuban dan adanya pembukaan.
(e)      Evaluasi ibu tentang persiapan persalinan.
(f)       Melakukan pemeriksaan kembali kadar Hb ibu untuk memastikan apakah ibu kadar Hb nya masih dalam keadaan normal atau tidak.
(g)      Menganjurkan ibu kunjungan ulang 1 minggu kemudian atau jika ibu merasakan keluhan.

g.      Evaluasi
1)      Tinjauan teori
Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan asuhan yang kita berikan kepada pasien.

2)      Tinjauan kasus
Kunjungan I
a)        Ibu telah mengetahui hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.
b)        Ibu telah mengerti ketidaknyamanan TM III.
c)        Ibu telah mengerti tentang keluhan yang dirasakan saat ini dan cara mengatasinya.
d)       Ibu akan mengatur pola istirahat ibu.
e)        Ibu akan memenuhi kebutuhan nutrisi ibu.
f)         Ibu telah mengkonsumsi tablet fe.
g)        Ibu telah mengerti tanda bahaya kehamilan Trimester III.
h)        Ibu telah mengetahui kapan jadwal kunjungan ulang dan bersedia untuk melakukan kunjungan ulang.
Kunjungan II
(a)  Ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaannya
(b)  Ibu sudah bisa mengatasi ketidaknyamanannya sering kencing
(c)  Ibu masih mengerti tentang tanda-tanda persalinan.
(d) Ibu dapat menyebutkan yaitu pinggang terasa sakit dan menjalar ke depan, pengeluaran lendir dengan darah, pengeluaran cairan ketuban dan adanya pembukaan.
(e)  Ibu masih mengerti tentang persiapan persalinan yang harus disiapkan
(f)   yaitu tempat bersalin, penolong persalinan, biaya persalinan, kendaraan untuk ke pelayanan kesehatan, surat-surat jaminan kesehatan jika ada, pendamping persalinan, perlengkapan ibu dan bayi seperti pakaian ibu, sarung, pembalut dan bedong bayi.
(g)  Ibu sudah mengeeti kebutuhan nutrisi yang baik yaitu dengan memenuhi kebutuhan ibu seperti karbohidrat (nasi ) protein (ayam, telur, daging) sayuran hijau (Bayam) dan juga vitamin (buah-buahan)
(h)  Ibu sudah mengkonsumsi tablet Fe 1x1 per hari pada malam hari.
(i)    Ibu sudah tidur dengan cukup yaitu malam hari 7 jam dan 1-2 jam pada siang hari.
(j)    Ibu  bersedia untuk melakukan kunjungan ulang satu minggu kemudian atau jika ada keluhan.
Kunjungan III
(a) Ibu tahu kondisinya saat ini baik
(b) Ibu sudah mulai bisa memenuhi pola nutrisi ibu
(c) Ibu tahu tanda bahaya kehamilan trimester III
(d)Ibu masih mengerti tentang tanda-tanda persalinan
(e) Ibu sudah menyiapkan tentang persiap persalinan diantaranya yaitu tempat bersalin, penolong persalinan, biaya persalinan, kendaraan untuk ke pelayanan kesehatan, surat-surat jaminan kesehatan jika ada, pendamping persalinan, perlengkapan ibu dan bayi seperti pakaian ibu, sarung, pembalut dan bedong bayi.
(f)                      Kadar Hb ibu 13 gr%
(g)                     Ibu bersedia kunjungan ulang

2.      Persalinan
a.      Pengkajian
Data subjektif
1)      Keluhan utama
a)      Tinjauan teori
Tanda mulainya persalinan ditandai oleh pinggang sakit dan menjalar ke depan. Sifatnya teratur, interval makin pendek dan kekuatan makin besar, makin beraktivitas (jalan) kekuatan akan makin bertambah, pengeluaran lendir dengan darah dan pengeluaran cairan.
b)      Tinjauan kasus
Ny.M datang dengan keluhan nyeri pinggang menjalar ke perut bagian bawah sejak pukul 15.00 WIB di sertai lendir bercampur darah.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan dimana keluhan Ny.M merupakan keluhan fisiologis ibu bersalin.
2)      Pola makan
a)      Tinjauan teori
Data ini penting untuk diketahui agar bisa mendapatkan gambaran bagaimana pasien mencukupi asupan gizinya selama hamil sampai dengan masa awal persalinan.
b)      Tinjauan kasus
Ny.M mengatakan terakhir kali makan pukul 16:00 WIB jenis makanan nasi, sayur dan lauk pauk dengan porsi ½  piring.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena Ny.M sudah mencukupi kebutuhan nutrisinya.
3)      Pola minum
a)      Tinjauan teori
Pada masa persalinan, data mengenai intake cairan sangat penting karena akan menentukan kecenderungan terjadinya dehidrasi. Data yang perlu kita tanyakan berkaitan dengan intake cairan adalah kapan terakhir kali minum, berapa banyak yang diminum, apa yang diminum. Pada pertengahan sampai akhir kala I biasanya pasien akan sangat membutuhan cairan, bukan makanan. Disamping pasien sudah tidak berselera lagi untuk makan karena rasa sakit akibat his, juga karena pengeluaran keringat yang bertambah sehingga membutuhkan pemasukan cairan yang lebih banyak.
b)      Tinjauan kasus
Ny.M mengatakan terakhir kali minum 15 menit yang lalu yaitu pukul 22:45 WIB dengan 1 gelas air putih.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan anamnesa sesuai dengan teori data yang kita tanyakan berkaitan dengan intake cairan adalah kapan terakhir kali minum, berapa banyak yang di minum, apa yang diminum.
4)      Pola istirahat
a)      Tinjauan teori
Istirahat sangat diperukan oleh pasien untuk mempersiapkan energi menghadapi proses persalinannya, hal ini akan lebih penting lagi jika proses persalinannya mengalami pemanjangan waktu pada kala I.  Data yang ditanyakan adalah kapan terakhir tidur, berapa lama, aktivitas sehari-hari. Jika di akhir kehamilannya pasien melakukan aktivitas yang terlalu berat dikhawatirkan pasien akan merasa kelelahan sampai akhirnya dapat menimbulkan penyulit pada masa bersalin.


b)      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini Ny.M terakhir kali tidur pada pukul  13.00 WIB dan lamanya 2 jam.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena Ny.M mulai merasakan mulas dan nyeri pada perutnya pukul 15.00 wib Sehingga pola istirahat ibu tercukupi.
Data objektif
1)      Keadaan umum
a)      Tinjauan teori
Data ini didapat dengan  mengamati keadaan pasien secara keseluruhan. Dikatakan baik jika pasien memperlihatkan respons yang baik terhadap lingkungan dan orang lain, serta secara fisik pasien tidak mengalami ketergantungan dalam berjalan. Jika lemah pasien kurang atau tidak memberikan respons yang baik terhadap lingkungan dan orang lain, dan pasien sudah tidak mampu lagi untuk berjalan sendiri.
b)      Tinjauan kasus
Kala I                              : Baik
Kala II                             : Baik
Kala III                           : Baik
Kala IV                             :  Baik

c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terjadi kesenjangan karena ibu dalam keadaan baik walaupun pada kala II ibu mengalami episiotomy . 
2)      Tanda-Tanda vital
a)      Tinjauan teori
Rentang nilai normal tanda-tanda vital
Tekanan darah : 110-120/70-80 mmHg
Nadi      : 60-100 x/ menit                      : 60-100 x/ menit       
Pernapasan        : 16-24 x/ menit
Suhu : 36,50 C – 37,50 C                       :36,5o-37,5oC (18)
b)      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini Ny.M hasil TTVnya yaitu TD: 120/80 mmHg, N: 90x/menit, RR: 24x/menit, S: 370C.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena tanda-tanda vital Ny.M dalam batas normal.
3)      Pemeriksaan abdomen
a)      Tinjauan teori
Melihat bentuk dan ada tidaknya bekas luka operasi, striae dan linea, mengukur TFU, melakukan pemeriksaan palpasi leopold, memantau kontraksi uterus, memantau denyut jantung janin, dan TBJ.
b)      Tinjauan kasus
Dari hasil pemeriksaan didapatkan tidak terdapat luka operasi, tidak terdapat striae dan ada linea nigra,  TFU 36 cm, TBJ  3.875 gram  kontraksi uterus kuat dan teratur, dan DJJ 140x/menit.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus  terdapat kesenjangan karena peneliti sudah melakukan pemeriksaan abdomen tidak sesuai dengan teori dan hasil pemeriksaan dalam tidak dalam batas normal.
4)      His
a)      Tinjauan teori
Menurut teori keluhan persalinan yang dirasakan menjelang persalinan yaitu pinggang terasa sakit menjalar ke depan, sifat his teratur, interval makin pendek, dan kekuatan makin besar, terjadi perubahan pada serviks. Jika pasien menambah aktivitasnya, misalnya dengan berjalan, maka kekuatanya bertambah.
b)      Tinjauan kasus
Pada kasus Ny.M setelah dilakukan observasi his setiap 30 menit dengan hasil pada pukul 23:40 WIB 3 kali dalam 10 menit lamanya 30 detik, 00:10 WIB his 3 kali dalam 10 menit lamanya 32 detik. Pukul 00.40 WIB his 3 kali dalam 10 menit lamanya 35 detik. Pukul 01.10 WIB his 3 kali dalam 10 menit lamanya 34 detik. Pukul 01.40 WIB his 4 kali dalam 10 menit lamanya 35 detik. Pukul 02.10 WIB his 4 kali dalam 10 menit lamanya 40 detik.
Pukul 02.40 WIB his 5 kali dalam 10 menit lamanya 46 detik. Pukul 03.10 WIB his 5 kali dalam 10 menit lamanya 45 detik. Pukul 03.40 WIB his 5 kali dalam 10 menit lamanya 55 detik. Pukul 04.10 WIB his 5 kali dalam 10 menit lamanya 55 detik.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena menurut teori sifat his teratur, interval makin pendek, dan kekuatan makin besar, terjadi perubahan pada serviks sesuai dengan kasus Ny.M yaitu hisnya semakin bertambah dan pembukaan semakin bertambah.
5)      Tahapan persalinan
a)      Tinjauan teori
Kala I                                 
Kala I dimulai dari saat persalinan mulai (pembukaan nol) sampai pembukaan lengkap (10 cm).Proses di atas terjadi pada primigravida ataupun multigravida, pada primigravida, kala I berlangsung ±12 jam, sedangkan pada multigravida ±8 jam.
Kala II
Lamanya kala II untuk primigravida 1,5-2 jam dan mutigravida ½ -1 jam.
Kala III
Kala III dimulai segera setelah bayi lahir sampai lahirnya plasenta, yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit.
Kala IV
Kala IV dimulai dari saat lahirnya plasenta sampai 2 jam postpartum. Kala ini terutama bertujuan untuk melakukan observasi karena perdarahan postpartum paling sering terjadi pada 2 jam pertama.
b)      Tinjauan kasus
Pada kasus Ny.M lama kala I yang dihitung dari ibu merasa mulas-mulas pada perutnya pukul 17:00 sampai pembukaan lengkap pukul 04:10 WIB. Jadi lama kala I pada kasus Ny.M adalah  11 jam.
 Kala II berlangsung 40 menit dari pembukaan lengkap pukul 04.10 wib bayi lahir pukul 04:50 wib.
Kala III berlangsung 10 menit dari bayi lahir pukul 05.00 wib plasenta lahir pukul 05.15 wib
Kala IV berlangsung selama 2 jam mulai dari pukul 05.15 wib sampai 07.00 wib

c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terjadi kesenjangan pada kala I karena  pada multigravida maksimal waktu yang dibutuhkan pada kala I persalinan adalah 8 jam dan pada kasus Ny.M tidak lebih dari 8 jam sehingga Ny.M tidak mengalami kala I memanjang, dan  kala II 40 menit, kala III 15 menit dan kala IV 2 jam.

b.      Interpretasi data dasar
1)      Tinjauan teori
Langkah ini dilakukan identifikasi terhadap rumusan diagnosis, masalah dan kebutuhan pasien berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan.
2)      Tinjauan kasus
Diagnosa kala I: Ny.M umur 27 tahun G2P1A0 usia kehamilan 41 minggu 3 hari inpartu kala I fase aktif
Diagnosa kala II: Ny.M umur 27 tahun G2P1A0 usia kehamilan 41 minggu 3 hari inpartu kala II
Diagnosa kala III: Ny.M umur 27 tahun P2A0 kala III persalinan
Diagnosa kala IV: Ny.M umur 27 tahun P2A0 kala IV persalinan
Masalah `    :  Tidak ada
Kebutuhan  :
Kala I          : Asuhan persalinan kala I
Kala II        : Asuhan persalinan kala II 
Kala III       : Asuhan persalinan kala III
Kala IV       : Penjahitan luka perineum derajat 2
3)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terjadi kesenjangan karena identifikasi terhadap diagnosa yang didapatkan berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan dari data subjektif dan objektif.

c.       Identifikasi Diagnosis dan Masalah Potensial
1)      Tinjauan teori
Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau diagnosis potensial lain berdasarkan rangkaian masalah yang ada. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila mungkin dilakukan pencegahan.
2)      Tinjauan kasus
Kala I                                 : tidak ada
Kala II                               : tidak ada
Kala III                              : tidak ada
Kala IV                              : tidak ada
3)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terjadi kesenjangan karena identifikasi terhadap diagnosa yang didapatkan berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan dari data subjektif dan data objektif.

d.      Mengidentifikasi dan menetapkan kebutuhan yang memerlukan penanganan segera
1)      Tinjauan teori
Dalam pelaksanaannya bidan kadang dihadapkan pada beberapa situasi darurat dimana harus segera melakukan tindakan untuk menyelamatkan pasien.
2)      Tinjauan kasus
Pada kasus Ny.M tidak dilakukan tindakan segera karena tidak ada masalah yang bersifat kolaborasi.
3)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena bidan akan melakukan asuhan kebidanan kala I, II, III, IV.

e.       Merencanakan asuhan kebidanan
1)      Tinjauan teori
Pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeuruh berdasarkan langkah sebelumnya. Semua perencanaan harus berdasarkan pertimbangan yang meliputi pengetahuan, teori yang terbaru, evidence based care serta divalidasi dengan asumsi mengenai apa yang diinginkan dan tidak diinginkan oleh pasien. (Sulistyawati,2014,h.196)


2)      Tinjauan kasus
Kala I
a)          Beritahu ibu tentang hasil pemeriksaan
b)         Anjurkan pada ibu untuk memilih posisi yang nyaman
c)          Ajarkan ibu cara relaksasi yang benar
d)         Beri ibu asupan nutrisi
e)          Anjurkan ibu untuk menjaga kebersihan
f)          Beritahu ibu dan keluarga pengurangan rasa nyeri
g)         Anjurkan ibu untuk mengosongkan kandung kemih
h)         Berikan dukungan pada ibu
i)           Hadirkan pendamping
j)           Siapkan alat persalinan
k)         Pantau kemajuan persalinan menggunakan partograf

Kala II
a)        Beritahu ibu hasil pemeriksaan
b)        Beri ibu semangat dan motivasi
c)        Berikan posisi bersalin untuk ibu
d)       Ajarkan ibu untuk meneran saat kontraksi kuat
e)        Beri ibu asupan cairan agar tidak dehidrasi
f)         Cek dan dekatkan alat persalinan
g)        Lakukan pertolongan persalinan sesuai APN
h)        Lakukan tindakan episotomi
i)          Lanjutkan pertolongan persalinan
Kala III
1)      Keringkan bayi
2)      Periksa ada tidaknya janin kedua
3)      Lakukan penyuntikan oksitosin 10 IU
4)      Lakukan jepit potong tali pusat
5)      Lakukan IMD (inisiasi menyusu dini)
6)      Lakukan pengeluaran plasenta

Kala IV
1)      Lakukan masase pada ibu
2)      Lakukan pengecekan kelengkapan plasenta
3)      Lakukan pengecekan laserasi pada perineum
4)      Lakukan penghetingan perenium
5)      Bersihkan tubuh ibu
6)      Bersihkan tempat tidur persalinan
7)      Lakukan dekontaminasi alat persalinan
8)      Beri ibu asupan nutrisi dan cairan
9)      Lakukan pemantauan kala IV

f.       Pelaksanaan asuhan kebidanan
1)      Tinjauan teori
Pada langkah ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah di uraikan pada langkah kelima diaksanakan secara efisien dan aman. (Sulistyawati,2014,h.198)
2)      Tinjauan kasus
Kala I
a)      Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa ibu dalam keadaan baik dan saat ini sudah masuk persalinan pembukaan jalan lahir 4 cm dan ketuban masih utuh atau belum pecah.
b)      Menganjurkan ibu untuk memilih posisi yang nyaman untuk dirinya seperti jalan-jalan kecil jika ibu mampu, jongkok dan miring kiri supaya mempercepat penurunan kepala dan mempercepat pembukaan jalan lahir.
c)      Mengajarkan pada ibu untuk relaksasi saat ada his dengan cara menarik napas panjang melalui hidung dan mengeluarkannya dengan cara perlahan-lahan melalui mulut supaya rasa nyeri yang di rasakan ibu sedikit berkurang.
d)     Memberi ibu asupan nutrisi saat  kontraksi tidak ada seperti roti dan air putih supaya tenaga ibu untuk mengejan tetap ada dan ibu tidak kelelahan
e)      Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan yaitu ketika baju ibu basah dan berkeringat mengganti pakaian dan jika ibu masih kuat anjurkan ibu untuk mandi.
f)       Memberitahu ibu dan keluarga pengurangan rasa nyeri yaitu dengan cara melakukan masase pada bagian punggung ibu.
g)      Menganjurkan ibu untuk mengosongkan kandung kemih dengan cara segera BAK jika terasa kandung kemih penuh.
h)      Memberikan dukungan pada ibu bahwa ibu jangan merasa cemas menghadapi persalinan, ibu harus tetap semangat dan memberitahu keluarga untuk tetap mendukung ibu.
i)        Menghadirkan pendamping yaitu suami dan orang tua pasien, supaya ibu lebih merasa semangat dan nyaman.
j)        Menyiapkan alat persalinan yaitu partus set yang berisi (1/2 koher, metal kateter,gunting episiotomi, 2 buah klem tali pusat, gunting tali pusat, spuit 3 cc berisi oksitosin, handscoon dan kassa steril), heating set yang berisi (klem, naldpuder, gunting benang, pinset anatomis). perlak, underpad, handuk. Perlengkapan ibu yaitu softek, celana dalam, sarung, gurita dan baju ibu. Perlengkapan bayi yaitu popok bayi, gurita, baju bayi, sarung tangan kaki dan tangan, serta bedong bayi.
k)      Memantau kemajuan persalinan dengan menggunakan partograf.

Kala II
a)    Memberitahu ibu hasil pemeriksaan dalam pembukaan sudah lengkap dan ibu akan segera menjalani proses persalinan.
b)   Memberi ibu semangat dan motivasi yaitu dengan cara memuji ibu dan mendampingi ibu pada saat proses persalinan.
c)    Memberikan posisi yang nyaman kepada ibu untuk mempermudah dalam proses persalinan seperti litotomi, berdiri, jongkok.
d)   Mengajarkan ibu untuk meneran yaitu pada saat kontraksi kuat  kedua tangan merangkul kedua paha mendekati dada,  mata  membuka , mata melihat ke perut, pada saat meneran ibu tidak boleh bersuara.
e)    Memberi ibu asupan cairan agar ibu tidak dehidrasi pada saat tidak ada kontraksi.
f)    Mengecek kembali  alat persiapan persalinan dan mendekatkan alat  dengan ibu.
g)   Melakukan pertolongan persalinan sesuai dengan APN yaitu pada saat kepala bayi kroning 5-6 cm nampak didepan vulva, letakkan handuk diatas perut ibu, pasang underpad di bawah bokong  ibu, dan duk kemudian penolong memakai APD lengkap yaitu celemek, masker, kacamata persalinan, topi, sepatu boat dan handscoon saat ada kontraksi.
lakukan stagnen dengan tangan kanan untuk mencegah terjadinya robekan perinium dan ridgen dengan tangan kiri untuk mencegah agar kepala bayi tidak terjadi defleksi maksimal. Ternyata belum ada kemajuan persalinan dan perenium kaku dan belum mengalami penipisan.

h)   Melakukan tindakan episiotomi, pertama suntikan anastesi atau lidokain searah dengan kipas.
Tindakan episiotomi dilakukan saat kepala bayi meregang, lakukan episiotomi dengan cepat. Jari telunjuk dan jari tengah diletakan pada kepala bayi dan perenium searah untuk melindungi kepala bayi. sesudah fase acme/ puncak berlangsung maka gunting akan diselipkan dalam posisi terbuka diantara jari telunjuk dengan jari tengah dan mengarah ke sudut yang direncankan, lalu perenium digunting sekitar 3-4 cm dengan arah medio lateral memakai 1 atau 2 guntingan.
i)     Melanjutkan  pertolongan persalinan denagn melakukan kembali lakukan stagnen dengan tangan kanan untuk mencegah terjadinya robekan perinium dan ridgen dengan tangan kiri untuk mencegah agar kepala bayi tidak terjadi defleksi maksimal setelah kepala bayi lahir usap muka bayi menggunakan duck, cek lilitan tali pusat jika tidak ada tungggu kepala bayi melakukan putar paksi luar, setelah putar paksi luar pegang kepala bayi secara biparietal dengan tangan kanan di atas dan tangan kiri dibawah lakukan curam ke bawah untuk melahirkan bahu depan, elevasi ke atas untuk melahirkan bahu belakang lalu sanggah susur sampai seluruh badan bayi lahir, lalu melakukan penilaian sekilas yaitu tangisan bayi, tonus otot dan warna kulit bayi.
Kala III
a)        Mengeringkan bayi dengan cara meletakkan bayi diatas perut ibu lalu keringkan dan bersihkan menggunakan handuk sambil memberi rangsangan taktil pada punggung dan ekstremitas bayi, kemudian ganti handuk dengan kain bersih dan kering
b)        Memeriksa apakah ada janin kedua atau tidak dengan meraba perut ibu
c)        Melakukan penyuntikkan oksitosin 10 IU di 1/3 paha kanan atas bagian luar secara  IM
d)       Melakukan jepit potong tali pusat yaitu dengan cara urut 5 cm tali pusat ke arah bayi lalu jepitkan klem, urut lagi 3 cm  ke arah bayi jepitkan klem kedua potong tali pusat diantara kedua klem tersebut lalu ikat tali pusat menggunakan benang tali pusat yang steril
e)        Melakukan IMD (inisiasi menyusu dini) yaitu meletakkan bayi diatas perut ibu, dengan posisi seperti menunggang kuda sehingga badan bayi menempel ke badan ibu (skin to skin) selama satu jam dan badan bayi terselimuti supaya terbentuk bounding attachment secara dini dan merangsang produksi serta pengeluaran ASI.
f)         Melakukan pengeluaran plasenta dengan cara peregangan tali pusat terkendali (PTT) yaitu tangan kanan memegang klem tali pusat 5 cm didepan vulva, tangan kiri berada di atas  supra simpisis ibu untuk melakukan dorso kranial, jika terdapat tanda-tanda pelepasan plasenta saat dilakukan peregangan lanjutkan peregangan dengan memindahkan klem 5 cm didepan vulva sampai plasenta nampak didepan vulva, sambut dengan dua tangan lalu putar searah secara perlahan dan lakukan putar pilin untuk melahirkan selaput plasenta sampai plasenta lahir

Kala IV
a)      Melakukan masase dengan cara memasase perut ibu sebanyak 15 kali dalam 15 detik untuk merangsang kontraksi dan ajarkan pada untuk masase
b)      Melakukan pengecekan kelengkapan plasenta yaitu selaput plasenta utuh atau tidak, jumlah kotiledon, tebal, diameter plasenta dan panjang tali pusat
c)      Melakukan pengecekan laserasi pada perineum dengan cara mengedep bagian jalan lahir sampai perinium menggunakan kassa steril.
d)     Melakukan penghetingan pada perinium ibu dengan teknik jelujur dan subcutis.
e)      Membersihkan tubuh ibu dari darah dan kotoran persalinan dengan menggunakan air bersih dari bagian yang terbersih yaitu perut, paha luar, paha dalam dan jalan lahir bilas dengan air sabun dan air bersih lagi kemudian pakaian ibu pakaian bersih dan kering.
f)       Membersihkan tempat tidur persalinan menggunakan air klorin, air sabun dan bilas dengan air bersih dari bagian yang terbersih dahulu.
g)      Melakukan dekontaminasi alat persalinan dengan merendam dilarutan air klorin selama 10 menit dan bilas menggunakan air sabun dan air bersih keringkan lalu sterilkan.
h)      Memberi ibu asupan nutrii dan cairan yaitu roti dan air putih supaya mengembalikan tenga ibu dan agar tidk terjadi dehidrasi.
i)        Melakukan pemantauan kala IV yaitu tekanan darah , nadi, suhu, tinggi fundus uteri (TFU), kontraksi, kandung kemih, dan darah yang keluar dilakukan 15 menit sekali pada satu jam pertama,dan 30 menit pada jam kedua
1)      Melakukan masase dengan cara memasase perut ibu sebanyak 15 kali dalam 15 detik untuk merangsang kontraksi dan ajarkan pada keluarga untuk masase
2)      Melakukan pengecekan kelengkapan plasenta yaitu selaput plasenta utuh atau tidak, jumlah kotiledon, tebal, diameter plasenta dan panjang tali pusat
3)      Melakukan pengecekan laserasi pada perineum dengan cara mengedep bagian jalan lahir sampai perinium menggunakan kassa steril
4)      Membersihkan tubuh ibu dari darah dan kotoran persalinan dengan menggunakan air bersih dari bagian yang terbersih yaitu perut, paha luar, paha dalam dan jalan lahir bilas dengan air sabun dan air bersih lagi kemudian pakaian ibu pakaian bersih dan kering
5)      Membersihkan tempat tidur persalinan menggunakan air klorin, air sabun dan bilas dengan air bersih dari bagian yang terbersih dahulu.
6)      Melakukan dekontaminasi alat persalinan dengan merendam dilarutan air klorin selama 10 menit dan bilas menggunakan air sabun dan air bersih keringkan lalu sterilkan
7)      Memberi ibu asupan nutrii dan cairan yaitu roti dan air putih supaya mengembalikan tenga ibu dan agar tidk terjadi dehidrasi.
8)      Melakukan pemantauan kala IV yaitu tekanan darah, nadi, suhu, tinggi fundus uteri (TFU), kontraksi, kandung kemih dan darah yang keluar diakukan 15 menit sekali pada satu jam pertama dan 30 menit sekali pada jam kedua

3)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena telah melakukan pelaksanaan sesuai perencanan sebelumnya.

g.      Evaluasi
1)      Tinjauan teori
Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan asuhan yang kita berikan kepada pasien.
2)      Tinjauan kasus
Kala I
a)      Ibu telah mengetahui hasil pemeriksaannya.
b)      Ibu telah memilih posisi nyaman yaitu miring kiri.
c)      Ibu telah melakukan cara relaksasi yang diajarkan untuk mengurangi rasa nyeri.
d)     Ibu sudah makan ½ potong roti dan ½ gelas air putih.
e)      Ibu sudah mandi
f)       Sudah dilakukan masase pada pungung ibu
g)      Ibu sudah BAK
h)      Ibu merasa nyaman
i)        Ibu sudah didampingi oleh suami dan orang tuanya.
j)        Alat-alat pertolongan persalinan sudah disiapkan.
k)      Hasil pemantauan kemajuan persalinan.

Kala II
a)      Ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaanya
b)      Ibu sudah diberi semangat dan motivasi ibu tampak lebih semangat
c)      Ibu memilih  posisi litotomi untuk bersalinan
d)     Ibu sudah mengerti cara meneran yang baik dan ibu melakukannya
e)      Ibu sudah diberi minum
f)       Alat sudah di cek dan didekatkan  pada ibu
g)      Pertolongan persalinan sudah dilakukan sesuai APN
h)      Episiotomy telah dilakukan
i)        bayi lahir spontan pukul 04.50 wib, jenis kelamin perempuan

Kala III
a)      Bayi sudah dikeringkan
b)      Tidak terdapat janin kedua
c)      Ibu sudah di beri suntikkan oksitosin 10 IU
d)     Jepit potong tali pusat sudah dilakukan
e)      Inisiasi menyusu dini (IMD) sudah dilakukan

Kala IV
a)      Masase sudah dilakukan kontraksi ibu baik
b)      Plasenta dalam keadaan lengkap yaitu selaput utuh, jumlah kotiledon 18 buah, tebal 3 cm, diameter 20 cmdan panjang tali pusat 50 cm.
c)      Pengecekan laserasi sudah dilakukan  dan terdapat luka perenium derajat Dua
d)     Sudah dilakukan penghetingan .
e)      Ibu sudah bersih dari sisa darah dan kotoran persalinan
f)       Tempat tidur sudah dalam keadaan bersih 
g)      Alat persalinan sudah di dekontaminasi
h)      Ibu sudah makan ½ potong roti satu 1 gelas air putih
i)        Pemantauan kala IV sudah dilakukan
3)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan evaluasi asuhan yang diberikan.

3.      Nifas
Kunjungan 6 jam postpartum
a.      Pengkajian
Data subjektif
1)      Keluhan utama
a)      Tinjauan teori
Untuk mengetahui keluhan yang dirasakan ibu setelah melahirkan.
b)      Tinjauan kasus
Kunjungan 6 jam postpartum Ny.M mengatakan perutnya masih terasa mulas.
Kunjungan 6 hari postpartum Ny.M mengatakan terkadang perutnya masih terasa mulas.
Kunjungan 2 minggu postpartum Ny.M tidak ada keluhan.
Kunjungan 6 minggu postpartum Ny.M tidak ada keluhan
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terjadi kesenjangan karena setelah melakukan anamnesa keluhan yang dialami ibu masih dalam keadaan normal karna mulas yang dialami ibu disebabkan oleh proses pengembalian rahim kebentuk semula (involusi uterus)
Data objektif
1)      Keadaan umum
a)      Tinjauan teori
Untuk mengetahui keadaan ibu secara umum nifas normal biasanya baik.
b)      Tinjauan kasus
Kunjungan 6 jam postpartum Ny.M  dalam keadaan baik.
Kunjungan 6 hari postpartum Ny.M dalam keadaan baik.
Kunjungan 2 minggu postpartum Ny.M dalam keadaan baik.
Kunjungan 6 minggu postpartum Ny.M  dalam keadaan baik.


c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena berdasarkan hasil pemeriksaan Ny.M  dalam keadaan baik.
2)      Tanda-Tanda Vital
a)      Tinjauan teori
(2)      Tekanan darah
Biasanya tidak berubah, kemungkinan tekanan darah akan rendah setelah melahirkan karena ada pendarahan. Tekanan darah tinggi pada postpartum dapat menandakan terjadinya preeklamsia postpartum.
(3)      Suhu badan
Satu hari (24 jam) postpartum suhu badan akan naik sedikit (37,5-380 C) sebagai akibat kerja keras waktu melahirkan, kehilangan cairan, dan kelelahan.
(4)      Nadi
Denyut nadi normal pada orang dewasa 60-80x/menit. Sehabis melahirkan biasanya denyut nadi itu akan lebih cepat.
(5)      Pernapasan
Keadaan pernapasan selalu berhubungan dengan keadaan suhu dan denyut nadi. Bila suhu tidak normal, pernapasan juga akan mengikutinya, kecuali apabila ada gangguan khusus pada saluran napas.
b)      Tinjauan kasus
Kunjungan 6 jam postpartum TD Ny.M 110/80 mmHg, RR: 20x/menit, N: 86x/menit, S: 37,10C.
Kunjungan 6 hari postpartum TD Ny.M 110/80 mmHg. RR: 20x/menit, N: 81x/menit, S: 37,00C.
Kunjungan 2 minggu postpartum TD Ny.M 120/80 mmHg RR: 20x/menit, N: 82x/menit, S: 36,80C.
Kunjungan 6 minggu postpartum TD Ny.M 110/80 mmHg RR: 20x/menit, N: 83x/menit, S: 37,00C.
c)    Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terjadi kesenajangan karena sudah dilakukan pemeriksaan sesuai teori.
3)      Pemeriksaan fisik
a.       Muka
1)        Tinjauan teori
kelopak mata ada edema atau tidak, konjungtiva merah muda atau pucat, sklera putih atau tidak.
2)      Tinjauan kasus
Setelah dilakukan pemeriksaan pada Ny.M kelopak mata tidak edema, konjungtiva merah muda, sklera putih.
3)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan berdasarkan teori yang ada dan hasil pemeriksaan Ny.M normal.
b.      Mulut dan gigi
a)      Tinjauan teori
Lidah bersih atau tidak dan gigi ada karies atau tidak.
b)      Tinjauan kasus
Setelah dilakukan pemeriksaan kepada Ny.M  didapatkan hasil lidah bersih dan gigi tidak ada karies.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terjadi kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan sesuai teori yang ada dan hasilnya normal yaitu lidah bersih dan gigi tidak ada karies.
c.       Dada
a)      Tinjauan teori
Jantung, irama jantung teratur atau tidak, paru-paru ada ronchi dan wheezing atau tidak.
b)      Tinjauan kasus
Setelah dilakukan pemeriksaan kepada Ny.M didapatkan hasil irama jantung teratur dan paru-paru tidak ada bunyi ronchi dan wheezing.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan sesuai teori yang ada dan hasilnya normal yaitu irama jantung teratur dan paru-paru tidak ada bunyi ronchi dan wheezing.
d.      Payudara
a)      Tinjauan teori
Bentuk simetris atau tidak, putting susu menonjol atau tidak, pengeluaran kolostrum.
b)      Tinjauan kasus
Kunjungan 6 jam postpartum Ny.M didapatkan hasil bentuk payudara simetris, putting susu menonjol, dan sudah ada pengeluaran ASI kolostrum.
Kunjungan 6 hari postpartum Ny.M didapatkan hasil bentuk payudara simetris, putting susu menonjol, dan sudah ada pengeluaran ASI transisi.
Kunjungan 2 minggu postpartum Ny.M didapatkan hasil bentuk payudara simetris, putting susu menonjol, dan sudah ada pengeluaran ASI matur.
Kunjungan 6 minggu postpartum Ny.M didapatkan hasil bentuk payudara simetris, putting susu menonjol, dan sudah ada pengeluaran ASI matur.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan sesuai teori yang ada dan didapatkan hasil normal yaitu bentuk payudara simetris, putting susu menonjol, dan sudah ada pengeluaran ASI lancar.
e.       Abdomen
a)      Tinjauan teori
Bekas luka operasi: untuk mengetahui apakah pernah SC atau operasi lain, konsistensi keras atau tidak.
b)      Tinjauan kasus
Setelah dilakukan pemeriksaan pada Ny.M didapatkan hasil tidak terdapat luka operasi, konsistensi keras.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan berdasarkan teori yang ada dan didapatkan hasil normal tidak terdapat luka operasi, konsistensi keras.
f.       Uterus
a)      Tinjauan teori
Untuk mengetahui berapa TFU, bagaimana kontraksi uterus, konsistensi uterus, posisi uterus. Pada ibu nifas normal TFU 2 jari dibawah pusat kontraksinya baik.
Involusi uterus
Involusi
Tinggi fundus uteri
Berat uterus (gr)
Diameter bekas melekat plasenta (cm)
Keadaan serviks
Bayi lahir
Setinggi pusat
1000


Uri lahir
2 jari di bawah pusat
750
12,5
Lembek
Satu minggu
Pertengahan pusat-simpisis
500
7,5
Beberapa hari setelah postpartum dapat dilalui 2 jari akhir minggu pertama dapat dimasuki 1 jari
Dua minggu
Tak teraba di atas simpisis
350
3-4
Enam minggu
Bertambah kecil
50-60
1-2
Delapan minggu
Sebesar normal
30


b)      Tinjauan kasus
Kunjungan 6 jam postpartum TFU 2 jari di bawah pusat, kontraksi baik.
Kunjungan 6 hari postpartum TFU pertengahan pusat-simpisis, kontraksi baik.
Kunjungan 2 minggu postpartum TFU tidak teraba di atas simpisis, kontraksi baik.
Kunjungan 6 minggu postpartum TFU bertambah kecil, kontraksi baik.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan sesuai teori yang ada dan didapatkan hasil normal yaitu involusi uterus berjalan dengan baik.

g.      Perineum
a)      Tinjauan teori
Untuk mengetahui apakah perineum ada bekas jahitan atau tidak, juga tentang jahitan perinium klien.
b)      Tinjauan kasus
Setelah dilakukan pemeriksaan pada Ny.M didapatkan hasil  ada bekas luka jahitan.
Pada kunjungann 6 jam post partum: bekas luka jahitan masih lembab.
Pada kunjungan 6 hari post partum: bekas luka jahitan masih sedikit lembab.
Kunjungan 2 minggu post partum: Bekas luka jahitan sudah kering.
Kunjungan 6 minggu post partum:Bekas luka jahitan sudah kembali normal.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan sesuai teori yang ada yaitu untuk mengetahui apakah perineum ada bekas jahitan atau tidak dan didapatkan hasil perinium Ny.M ada bekas luka jahitan.

i.        Kandung kemih
a)      Tinjauan teori
Untuk mengetahui apakah kandung kemih teraba atau tidak, pada ibu nifas normal kandung kemih tidak teraba.
b)      Tinjauan kasus
Setelah dilakukan pemeriksaan pada Ny.M didapatkan hasil kandung kemih tidak teraba.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan sesuai teori yang ada dan didapatkan hasil normal yaitu kandung kemih tidak teraba.
j.    Ekstremitas atas dan bawah
a)      Tinjauan teori
Edema : ada atau tidak, kekauan otot dan sendi ada atau tidak, Kemerahan ada atau tidak, Varises ada atau tidak, Reflek patella kanan kiri +/- normalnya +.
b)      Tinjauan kasus
Setelah dilakukan pemeriksaan pada Ny.M didapatkan hasil tidak ada oedema pada tangan dan kaki, tidak ada kekauan otot dan sendi, tidak ada kemerahan pada tangan dan kaki, tidak ada varises pada kaki, reflek patella positif kanan dan kiri.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan pada Ny.M sesuai dengan teori yang ada dan didapatkan hasil tidak ada oedema pada tangan dan kaki, tidak ada kekauan otot dan sendi, tidak ada kemerahan pada tangan dan kaki, tidak ada varises pada kaki, reflek patella positif kanan dan kiri.

b.      Interpretasi Data
Pada langkah ini dilakukan identifikasi yang benar terhadap diagnosa atau masalah dan kebutuhan kien berdasarkan interpretasi yang benar.
1)      Anamnesa
a)      Tinjauan teori
Jumlah kelahiran, pernah abortus atau tidak, masa setelah melahirkan.
b)      Tinjauan kasus
Kunjungan 6 jam postpartum             : Ny.M umur 27 tahun    P2A0 6 jam     postpartum.
Kunjungan 6 hari postpartum            : Ny.M umur 27 tahun P2A0 6  hari    postpartum.
Kunjungan 2 minggu postpartum       : Ny.M umur 27 tahun    P2A0 2 minggu           postpartum.
Kunjungan 6 jam postpartum             : Ny.M umur 27 tahun    P2A0 6 minggu 
                                                             postpartum.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena bidan sudah melakukan anamnesa seuai dengan teori yang ada.
2)      Masalah
a)      Tinjauan teori
Berkaitan dengan keadaan psikologis ibu, normalnya tidak ada masalah.
b)      Tinjauan kasus
Kunjungan 6 jam postpartum Ny.M tidak ada masalah.
Kunjungan 6 hari postpartum Ny.M tidak ada masalah.
Kunjungan 2 minggu postpartum Ny.M tidak ada masalah.
Kunjungan 6 minggu postpartum Ny.M tidak ada masalah.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena Ny.M tidak memiliki masalah.

3)      Kebutuhan
a)      Tinjauan teori
Berdasarkan atas keadaan umum dan keadaan fisik ibu biasanya dibutuhkan konseling lebih lanjut.
b)      Tinjauan kasus
Kunjungan 6 jam postpartum Ny.M Asuhan masa nifas 6 jam post partum.
Kunjungan 6 hari postpartum Ny.M Asuhan 6 hari postpartum.
Kunjungan 2 minggu postpartum Ny.M Asuhan 2 minggu postpartum.
Kunjungan 6 minggu postpartum Ny.M  Asuhan  6 minggu postpartum.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena bidan sudah melakukan pemeriksaan dan Ny.M tidak memiliki kebutuhan.

c.       Identifikasi Diagnosa dan Masalah Potensial
1)      Tinjauan teori
Langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau diagnosa potensial lain berdasarkan rangkaian, masalah dan diagnosa yang sudah diidentifikasi. Diagosa potensial pada nifas normal biasanya tidak ada diagnosa potensial.
2)      Tinjauan kasus
Pada kasus Ny.M tidak terdapat identifikasi diagnosa dan masalah potensial.
3)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena setelah dilakukan pemeriksaan Ny.M tidak memiliki masalah yang bersifat potensial.

d.      Identifikasi kebutuhan yang memerlukan penanganan segera
1)      Tinjauan teori
Pada langkah ini dilakukan tindakan segera oleh bidan atau dokter atau untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien. Biasanya pda ibu nifas normal tidak dilakukan kolaborasi dengan dokter SPOG atau tim kesehatan lain.
2)      Tinjauan kasus
Pada kasus Ny.M tidak ada tindakan segera atau kolaborasi yang harus dilakukan.
3)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan dari hasil pemeriksaan Ny.M tidak memiliki masalah yang memerlukan tindakan segera atau kolaborasi.



e.       Perencanaan
1)      Tinjauan teori
Pada langkah ini dilakukan perencanaan asuhan menyeluruh dan rasional.
2)      Tinjauan kasus
Kunjungan 6 jam postpartum
a ) Beritahu ibu hasil pemeriksaan
b)        Jelaskan mengenai keluhan yang ibu alami
c)        Anjurkan ibu untuk meminum terapi obat yang telah diberikan
d)       Ajarkan kepada ibu dan keluarga tentang pencegahan perdarahan
e)        Beritahu ibu untuk menjaga personal hygiene
f)         Lakukan rawat gabung antara ibu dan bayi
g)        Ajarkan kepada ibu untuk menyusui bayinya segera mungkin
h)        Lakukan cara perawatan luka perinium
i)          Ajarkan ibu cara perwatan luka perenium
j)          Beritahu ibu cara perawatan luka perenium
k)        Anjurkan ibu untuk kunjungan ulang

Kunjungan 6 hari postpartum
a)      Beritahu ibu hasil pemeriksaan
b)      Pastikan ibu mendapat cukup makanan dan minuman serta  istirahat yang cukup
c)      Periksa luka jahitan pada ibu dan ingatkan ibu kembali untuk selalu melakukan perawatan luka perinium
d)     Pastikan apakah ibu mengalami kesulitan saat menyusui, tanda-tanda bahaya atau penyulit masa nifas
e)      Ingatkan ibu kembali mengenai cara menjaga personal hygiene yang benar
f)       Beritahu ibu tanda bahya masa nifas
g)      Kaji ibu tentang perawatan tali pusat
h)      Anjurkan ibu untuk melakukan  kunjungan ulang
Kunjungan 2 minggu postpartum
a)    Beritahu ibu hasil pemeriksaan
b)   Evaluasi luka jahitan ibu.
c)    Pastikan rahim ibu sudah kembali normal
d)   Evaluasi kembali tentang kebutuhan nutrisi ibu
e)    Evaluasi apakah ibu mengalami tanda bahaya atau penyuit masa nifas
f)    Anjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang
Kunjungan 6 minggu post partum
a)      Jelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan
b)     Evaluasi luka jahitan ibu.
c)      Pastikan rahim ibu sudah kembali normal
d)     Berikan ibu konseling secara dini tentang KB
e)      Berikan konseling tentang KB suntik 3 bulan
f)      Anjurkan ibu untuk membawa bayinya ke bidan untuk dilakukan imunisasi

f.       Pelaksanaan
1)      Tinjauan teori
Pada langkah ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah di uraikan pada langkah kelima diaksanakan secara efisien dan aman.
2)      Tinjauan kasus
Kunjungan 6 jam postpartum
a)    Memberitahu ibu tentang hasil pemeriksan bahwa kondisi ibu dalam keadaan baik berdasarkan hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan secara head to toe.
b)   Menjelaskan mengenai keluhan yang ibu alami bahwa mulas yang ibu rasakan adalah normal karena rahim mengecil kembali kebentuk asal sebelum hamil (involusi uteri).
c)    Menganjurkan ibu untuk meminum terapi obat yang telah diberikan yaitu etabion 1x1, paracetamol 3x1, amoxilin 3x1, vit A 200.000 IU 2 kapsul, kapsul pertama diminum  segera setelah melahirkan dan kapsul berikutnya diminum dengan jarak 24 jam kemudian.
d)   Mengajarkan kepada ibu dan keluarga cara pencegahan perdarahan dengan cara meletakkan tangan diatas perut ibu lalu putar sebanyak 15 kali selama 15 detik agar perut ibu tetap keras dan apabila perut ibu terasa lembek menganjurkan kepada keluarga untuk segera memberitahu bidan
e)    Memberitahu ibu untuk menjaga personal hygiene dengan mandi 2 kali sehari, mengganti pakaian sehari 2 kali dan membersihkan alat genetalia dengan air bersih dan mengalir dengan cara cebok dari depan kebelakang
f)    Melakukan rawat gabung antara ibu dan bayinya dalam satu kamar agar terjalin ikatan batin antara ibu dan bayi (bounding attachment)
g)   Mengajarkan kepada ibu untuk segera mungkin menyusui bayinya untuk meningkatkan produksi ASI sampai bayi berusia 6 bulan tanpa diberi makanan tambahan apapun, setelah 6 bulan dapat ditambah dengan makanan pendamping ASI.
h)   Melakukan perawatan luka perinum dengan cara yaitu dengan cara meletakkan perlak dibawah bokong ibu, lepaskan pakaian dalam ibu  siapkan kapas dan air DTT kemudian cuci tangan dengan air bersih dan mengalir kemudian pakai handscoon, bersihkan dari Anogenetal ibu dari bagian labiya mayora terjauh, mayora terdekat, minora terjauh, minora terdekat, dan vestibulum sampai ke anus menggunakan kapas  serta lihat luka jahitan ibu kemudian pakaikan celana dalam ibu , lepaskan handscon serta cuci tangan kembali.
i)     Mengajarkan  ibu cara perawatan luka perineum yaitu  mencuci tangan dan menyiapkan air hangat, buang pembalut yang telah penuh dengan gerakan kebawah mengarah ke rectum dan letakkan pembalut kedalam kantung plastik, setelah BAB dan BAK semprotkan keseluruh perinium dengan air, keringkan menggunakan tissue dengan cara di dep dari depan ke belakang, pasang pembalut kembali dari depan kebelakang, lakukan evaluasi hasil perawatan adalah perinium tidak lembab, posisi pembalut tepat, dan ibu merasa nyaman.
j)     Memberitahu kepada ibu tentang cara merwat tali pusat yaitu mengganti kassa setiap habis mandi, setiap lembab dengan kasa steril dan tidak memberikan sesuatu apapun pada tali pusat.
k)   Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang pada tanggal 4 april 2019

Kunjungan 6 hari postpartuum
a)    Memberitahu ibu tentang hasil pemeriksaan ibu dalam keadaan baik dengan melakukan  pemeriksaan head to toe
b)   Memastikan ibu mendapat cukup makanan dan minuman dengan cara menanyakan makanan yang dikonsumsi ibu sehari-hari, serta istirahat yang cukup dengan menanyakan pola istirahat ibu
c)    Memeriksa luka jahitan pada ibu apakah mengeluarkan cairan yang berbau busuk atau tidak, nyeri pada luka dan melihat apakah jahitan masih lembab atau sudah mengering dan ingatkan ibu untuk selalu melakukan perawatan luka perinium agar tidak terjadi infeksi
d)   Memastikan apakah ibu mengalami kesulitan saat menyussui, tanda-tanda bahaya masa nifas seperti perdarahan setelah melahirkan, sakit kepala yang hebat, penglihatan kabur, subinvolusi uterus, tromboflebitis, depresi setelah persalinan atau peyulit lainnya dengan melakukan pemeriksaan pada bagian payudara dan anogenital
e)    Memberitahu ibu untuk menjaga personal hygiene dengan mandi  2 kali sehari, mengganti pakaian sehari 2 kali dan membersihkan alat genetalia dengan air bersih dan mengalir dengan cara cebok dari depan kebelakang
f)    Mengingatkan ibu kembali tanda bahaya masa nifas yaitu demam, infeksi, dan perdarahan abnormal
g)   Mengkaji ibu tentang perawatan tali pusat
h)   Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang ke tenaga kesehatan atau bidan 1 minggu kemudian pada tanggal  12 april  2019  atau jika ibu mengalami keluhan
Kunjungan 2 Minggu post partum
a)      Memberitahu ibu tentang hasil pemeriksaan ibu dalam keadaan baik dengan melakukan  pemeriksaan head to toe
b)      Mengevaluasi luka jahitan. apakah berbau atau nyeri dan melihat apakah luka jahitan masih lembab atau sudak mengering
c)      Memastikan rahim ibu sudah kembali normal dengan melakukan palpasi pada perut ibu untuk mengetahui TFU ibu
d)     Mengevaluasi ibu tetap memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan langsung menanyakan makanan yang ibu konsumsi apakah mengandung karbohidrat, protein, dan sayuran hijau
e)      Mengevaluasi apakah ibu mengalami tanda-tanda bahaya masa nifas dengan menanyakan keluhan ibu dan melakukan pemeriksaan paa bagian payudara dan anogenital
f)       Mengevaluasi  keadaan tali pusat bayi apakah sudah puput atau belum dan menilai ada tidaknya infeksi
g)      Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang ke tenaga kesehatan terdekat atau bidan empat minggu yang akan datang pada tanggal 10 Mei 2019 atau jika merasakan adanya keluhan

Kunjungan 6 minggu post partum
a)      Memberitahu ibu tentang hasil pemeriksaan ibu dalam keadaan baik dengan melakukan  pemeriksaan head to toe.
b)      Mengevaluasi luka jahitan apakah berbau atau nyeri dan melihat apakah luka jahitan masih lembab atau sudak mengering
c)      memastikan rahim ibu sudah kembai normal dengan melakukan palpasi pada perut ibu untuk mengetahui TFU ibu
d)     memberikan konseling kepada ibu tentang macam-macam KB untuk ibu masa nifas, manfaat KB, keuntungan dan Kerugian KB
e)      Memberikan konseling  Tentang KB 3 bulan
f)       Pengertian KB suntik 3 bulan yaitu KB ini mengandung hormon  progesteron ynag mana cocok di gunakan untuk ibu yang menyusui karena KB ini tidak menekan produksi ASI
g)      Keuntungannya
1)      Sangat efektif
2)      Pencegahan kehamilan jangka panjang
3)      Tidak mempengaruhi produksi Asi
4)      Tidak mengganggu hubungan seks
h)      Kerugian
1)      Mengganggu siklus haid
2)      terjadi keterlambatan kesuburan setelah  penghentian pemakaian ketergantungan
i)        Waktu pemakaian
1)   Hari ke 1 sampai ke 7 saat haid
2)   Saat pertama  penggunaan 7 hari tidak melakukan hubungan seksual atau menggunakan alat kontrasepsi tambahan ( Alkon
j)        Menganjurkan ibu untuk membawa bayinya ke bidan untuk dilakukan imunisasi

g.      Evaluasi
1)      Tinjauan teori
Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan secara efektif dan efisien.
2)      Tinjauan kasus
Kunjungan 6 jam postpartum
a)      Ibu mengerti hasil pemeriksaan
b)      Ibu mengerti bahwa keluhannya normal
c)      Ibu bersedia untuk meminum obat
d)     Ibu dan keluarga mengerti tentang pencegahan perdarahan
e)      Ibu mengerti cara menjaga personal hygiene yang benar
f)       Sudah dilakukan rawat gabung antara ibu dan bayi
g)      Ibu sudah menyusui bayinya
h)      Sudah dilakukan perawatan perinium.
i)         Ibu sudah mengerti perawatan luka perinium.
j)        Ibu mengerti cara perawatan tali pusat
k)      Ibu bersedia untuk melakukan kunjungan ulang pada tanggal 4 april  2019
Kunjungan 6 hari postpartum
a)    Ibu tahu hasil pemeriksaan
b)   Ibu sudah mendapat cukup makanan dan minuman  yaitu nasi, telur, ikan,   sayur-sayuran hijau serta  cukup istirahat dengan tidur malam 7-8 jam dan tidur siang 1-2 jam
c)    Luka jahitan tidak berbau busuk, tidak nyeri dan luka jahitan masih sedikit lembab.
d)   Ibu tidak mengalami kesulitan saat menyusui dan tidak ada tanda-tanda bahaya masa nifas atau penyulit lainnya.
e)    Ibu mengerti cara menjaga personal hygiene
f)    Ibu sudah mengerti tanda bahaya masa nifas dan akan segera ke tenaga kesehatan jika ada keluhan.
g)   Tali pusat sudah puput
h)   Ibu bersedia kunjungan ulang
Kunjungan 2 minggu postpartum
a)      Ibu sudah mengetahui hasi pemeriksaan
b)     Luka jahitan tidak berbau dan tidak nyeri dan luka jahitan sudah kering.
c)      TFU tidak teraba diatas simpisis berarti rahim dalam keadaan baik
d)     Ibu sudah mengkonsumsi makanan yang mengandung  karbohidrat, protein, dan sayuran hijau
e)      Ibu tidak merasakan adanya keluhan selama masa nifas
f)      Talli pusat bayi sudah puput pada hari ke lima  post partum dan tidak ada tanda-tanda infeksi
g)     Ibu bersedia untuk melakukan kunjungan ulang
Kunjungan 6 minggu postpartum
a)      Ibu mengerti tentang kondisinya saat ini
b)      Luka jahitan sudah kembali normal
c)      Didapat TFU bertambah kecil berarti rahim ibu dalam keadaan baik
d)     Ibu mengerti tentang KB dan ibu ingin  menggunakan KB suntik 3 bulan
e)      Ibu sudah mengerti  tentang KB 3 bulan
f)       Ibu bersedia untuk membawa bayinya ke bidan untuk dilakukan imunisasi.